JAKARTA– Anggota Komisi X DPR RI, Mujib Rohmat meminta pemerintah bersama masyarakat menjaga dan mengontrol jangan sampai ada pulau dibeli atau dikuasai pihak asing.
Modus untuk membeli dan menguasai pulau, kata wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah tersebut, biasanya dilakukan dengan cara mengawini orang lokal.
“Pemerintah dan masyarakat harus memberikan kontrolnya terhadap pulau-pulau potensial itu supaya jangan sampai beralih kepemilikan. Apalagi kita sedang meggenjot sektor pariwisata untuk berkontribusi dalam APBN yang lebih memadai,” tegas Mujib Rohmad dalam keterangan tertulis Humas DPR RI, Selasa (26/4).
Hal tersebut dikemukakan Mujib setelah dia mengunjungi Kepulauan Karimunjawa, Jawa Tengah, Jumat pekan lalu. Mujib juga menyoroti masih kecilnya anggaran sektor pariwisata di daerah.
Anggaran yang dikucurkan mulai 2008 sampai 2016 itu jumlahnya hanya 0,010 dari APBD sehingga perlu mendapatkan perhatian apalagi ke depan sektor pariwisata menjadi andalan pemasukan devisa.
Menurut dia pulau-pulau potensial untuk wilayah destinasi, akan kelihatan dari segi anggaran yang dikeluarkan gubernur selaku penguasa daerah.
“Kita ingin menggunakan istilah money follow activity. Kalau aktivitasnya besar mestinya anggarannya juga besar. Karena Karimunjawa sudah masuk wilayah destinasi yang dikembangkan, maka partisipasi anggaran lokal harus mendapatkan perhatian. Apalagi Karimunjawa ada 27 pulau dan baru 5 pulau dihuni.“
Puji Djuharnoto selaku Kepala Balai Pelayanan Informati Pariwisata Pemprov Jateng yang mendampingi Tim Kunspek Komisi X mengakui, Pulau Menyawakan sudah dibeli orang asing.
Kepulauan Karimunjawa terdiri 27 pulau. Dari jumlah itu, baru 5 pulau yang berpenghuni. Wilayah ini merupakan kecamatan yang terdiri lima desa yaitu Karimunjawa, Kemujang, Parang, Nyamuk dan Genting. Masing-masing pulau berjauhan, seperti dari Karimun ke Parang perlu waktu dua jam dengan kapal cepat.
Kendala yang dihadapi daerah ini adalah karena adanya dua musim yang sangat tidak bisa ditoleransi. Pertama musim barat Januari- Maret muncul angin barat yang mengakibatkan pulau yang padam. Lalu musim timur Juni- September yang menyebabkan gelombang besar. (art)






