
“Pemerintah harus merangkul dan bersinergi dengan Majelis Taklim, bukan menjauhi apalagi memusuhi Majelis Taklim. Kaum perempuan itu adalah tiang rumah tangga,” kata Hidayat usai membuka Tasyakuran Akbar Milad 35 tahun Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) 1981-2016 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (12/3).
Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut optimis, beban berat yang ditanggung pemerintah dalam menanggulangi penyakit moral bangsa itu dapat diatasi dengan bersinergi dengan Majelis Taklim.
“Kaum perempuan tersebut adalah tiang rumah tangga. Jadi, penanggulangannya harus dimulai dari tempat yang lebih kecil yakni rumah tangga,” jelas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah ini.
Dalam pemberantasan korupsi misalnya, kata Hidayat, perempuan sebagai ibu rumah tangga bisa mengatakan kepada anggota keluarga baik itu suami maupun anak untuk tidak membawa barang-barang haram ke rumah. Demikian pula halnya dengan narkoba maupun penyakit masyarakat lainnya.
“Semuanya itu kita mulai dari rumah. Jadi, sangatlah tepat kalau pemerintah mengajak kaum perempuan sebagai anggota Majelis Taklim besinergi untuk menghadapi persoalan itu semua,” kata Hidayat.
Tasyakuran Akbar ini diikuti puluhan ribu anggota Majelis Taklim dari seluruh propinsi yang ada di tanah air mulai dari Propinsi Aceh Darussalam paling barat Indonesia sampai ke Papua sebagai wilayah paling timur nusantara. (art)






