JAKARTA-Situs-situs arkeologi di Indonesia terpelihara dengan baik penyebabnya karena berkembangnya Islam Nusantara. Lihat saja bagaimana perpaduan menara Mesjid Kudus. “Kalau di Arab Saudi, situs-situs seperti itu sudah dihancurkan. Bayangkan saja, rumah bekas Rasulullah lahir saja mau dihancurkan, namun berkat protes dari kalangan NU akhirnya dibatalkan,” kata Ketua Fraksi PKB Helmi Faisal Zaini saat pembukaan Halaqoh Islam Nusantara di ruang F-PKB, Jakarta, Rabu (19/8/2015).
Karena itu ketika pemerintah Arab Saudi mau menghancurkan situs-situs Islam seperti pembongkaran dan pemindahan makam Nabi Muhammad SAW, maka para ulama NU yang dipimpin KH Wahab Chasbullah, Tambakberas Jombang, Jatim membentuk Komite Hijaz untuk memprotes rencana itu dan NU terus memprotes rencana tersebut sampai sekarang. “Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, jika para ulama tidak menjaga dengan Islam Nusantara, mungkin NKRI sudah terpecah-pecah,” ungkapnya.
Menurut Helmi, banyak peninggalan kerajaan masa lampau yang masih bisa dilihat, misalnya stupa di candi, vihara dan lain-lainnya. Di sinilah kearifan Islam Nusantara berada, bagaimana Sunan Kalijaga menyebarkan Islam melalui pegelaran wayang. “Islam Nusantara luar biasa menempatkan Indonesia sebagai mayoritas muslim di dunia,” tambahnya.
Lebih jauh Helmi menjelaskan keberadaan Islam Nusantara dapat diterima karena menjaga budaya masyarakat setempat. “Islam yang disebarkan para wali sangat menghargai budaya lokal. Islamisasi berjalan kondusif dan tidak menimbulkan ketegangan. Islam demikian diterima masyarakat,” jelasnya.
Islamisasi yang dilakukan para wali, sambungnya, tidak membenturkan antara ajaran Islam dengan budaya lokal yang sudah ada. “Meskipun ada beberapa ritual dan adat istiadat penduduk setempat yang bertentangan dengan ajaran Islam, namun para wali tidak mempertentangkan hal tersebut,” jelasnya.
Dikatakan Helmi, cara wali melakukan akulturasi budaya sehingga antara budaya lokal dengan tradisi Islam disinergikan, sehingga sangat berlasan kalau Islamisasi di Indonesia berjalan dengan damai dan penuh keakraban. **cea






