PARLEMENTARIA.COM – Pimpinan Pansus RUU tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) akhirnya terbentuk, dalam pemilihan yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto, di ruang Komisi VII DPR, Senin (29/5/2017).
Pimpinan Pansus RUU Sisnas Iptek terdiri dari Ketua Daryatmo (F-PDI Perjuangan) dan didampingi tiga wakil ketua. Mereka adalah Linda Purnomo (F-PG), Anita Jacoba (F-PD), dan Yuliani Paris (F-PAN). Sebelumnya, Agus sempat memimpin lobi dari semua anggota yang hadir. Pansus ini melibatkan dua komisi, yaitu Komisi X dan Komisi VII.
“RUU ini padat dengan teknologi. Kami berharap, ini bisa berjalan lancar, sehingga sesuai dengan agenda Prolegnas. Terbentuknya pimpinan dengan cepat juga mudah-mudahan bisa melaksanakan pembahasan sesegera mungkin,” komentar Agus.
Keterlibatan dua komisi dalam pembahasan RUU ini, karena dua komisi inilah yang sangat berkentingan dan bersentuhan langsung dengan isu-isu produk teknologi dan lembaga pendidikannya. RUU ini, kelak akan membenahi produk-produk riset sekaligus pembenahan lembaga pendidikan tingginya.
Wakil Ketua Pansus RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sisnas Iptek) Linda Purnomo, usai ditetapkan sebagai Pimpinan Pansus mengatakan, hasil-hasil riset ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) harus jadi kekuatan bangsa. Dari Iptek-lah, bangsa ini bisa mensejahterakan rakyat sekaligus mampu mengaplikasikannya untuk kepentingan rakyat.
Iptek kelak bisa dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa. Selama ini, Iptek belum menjadi keunggulan dan pondasi dalam membangun bangsa. “Harapan kita dengan pembahasan RUU ini, Iptek akan menjadi kekuatan bangsa. Iptek juga harus jadi salah satu landasan ketika pembangunan nasional akan dijalankan,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.
Di negara-negara lain, Iptek menjadi kekuatan nasional negaranya. Dan Indonesia selama ini, belum sepenuhnya menjadikan produk-produk Iptek sebagai landasan pembangunan dan mudah diaplikasikan masyarakat.
Kelak, dengan RUU ini, lembaga-lembaga pendidikan tinggi juga menjadi keniscayaan untuk dibenahi. Semua sisi yang terkait dengan Iptek pasti dibenahi. “Sekarang perguruan tinggi banyak, tapi aplikasinya ke masyarakat masih kurang. Padahal, dana riset cukup besar di Kemenristekdikti,” ungkap politisi dari Jateng X ini. (chan)






