JAKARTA– Polisi Turki melakukan pengerebekan di kantor dewan
penelitian ilmiah nasional memperluas penyelidikan terhadap para
pengikut salah satu ulama Fethullah Gulen yang bermarkas di AS.
Gulen yang menetap di AS dituding mendalangi percobaan kudeta
berdarah di beberapa kota di Turki bebera pekan lalu. Usaha ini
berhasil dipatahkan keamanan Turki termasuk militer negeri itu
yang pro kepada pemerintahan pimpinan Presiden Recep Tayyip
Erdoğan yang memenangkan pemilu Turki beberapa waktu lalu.
Stasiun NTV melaporkan bahwa polisi menggerebek kantor Dewan
Penelitian Ilmiah dan Teknologi Turki (Tubitak) serta menahan
‘banyak’ orang.
Namun, pejabat Tubitak mengatakan kepada Reuters bahwa
penggerebekan dilakukan Minggu (31/7). Namun, dia tidak memiliki
rincian mengenai jumlah yang ditahan dan menolak menanggapi
lebih jauh soal pengerebekan tersebut.
Dalam lamannya disebutkan, Tubitak mendanai proyek penelitian
ilmiah di universitas dan sektor swasta serta mempekerjakan lebih
dari 1.500 peneliti.
Lebih dari 60 ribu orang dalam bidang militer, hukum, pelayanan
sipil dan pendidikan telah ditahan, diskors atau dalam penyelidikan
menyusul upaya kudeta 15 Juli.
Semula muncul kekhawatiran Presiden Erdogan menggunakan
momen itu untuk melawan penentangnya. Pemerintah yang
berkuasa hanya mengatakan upaya kudeta itu didalangi oleh para
pengikut Fethullah Gulen, cendekiawan Muslim yang tinggal dalam
pengasingan diri di AS sejak 1999. Namun, Gulen membantah
tuduhan itu dan mengecam kudeta.
Lebih dari 230 orang, selain perancang kudeta, tewas dan ribuan
lainnya cidera ketika tentara pemberontak menyita jet-jet tempur,
helikopter dan tank dalam upaya yang gagal untuk menggulingkan
pemerintahan. (art)






