JAKARTA– Seluruh penerbangan domestik maskapai Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng mulai Selasa (9/8) dialihkan ke terminal III.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Djoko Murjatmodjo mengatakan, Terminal III berkapasitas 25 juta orang itu baru selesai dikerjakan untuk tahap satu saja dan sudah bisa dipoerasikan.
Karena itu, baru maskapai Garuda Indonesia yang operasionalnya dipindahkan ke Terminal III. Pengoperasian terminal baru ini didasarkan pada surat Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang menyatakan Terminal 3 dapat dioperasikan setelah melalui evaluasi simulasi pelayanan.
Pihak Angkasa Pura II juga mulai mensosialisasikan perpindahan penerbangan domestik Garuda Indonesia ke Terminal III, Kamis (4/8) pagi melalui pemanfaatan taksi bandara dan bus pemandu moda. “Kami meminta taksi bandara keliling depan Terminal 3 sebelum kembali ke terminal mengangkut penumpang.”
Demikian pula dengan bus angkutan bandara, juga diminta melewati Terminal 3 setelah mengangkut penumpang dari Terminal 1 dan 2 sehingga penumpang yang kembali ke Jakarta mengetahui lokasi dan penampilan terminal baru ini.
Perbedaan Terminal 3 salah satunya punya daerah publik terbatas pada “cek in” area yang memperbolehkan non penumpang masuk dengan kewajiban menjalani pemeriksaan keamanan.
Garuda Indonesia sebagai maskapai nasional yang mendapat kesempatan perdana menempati terminal berdesain futuristik ini berharap perpindahan terminal dapat meningkatkan daya saing terhadap maskapai lain.
“Buat Garuda Indonesia tentunya spesial karena yang menikmati pertama terminal mewah. Harapannya perpindahan ke Terminal 3 ini meningkatkan daya saing bagi Garuda,” kata Direktur Layanan PT Garuda Indonesia, Nicodemus Panurung Lampe.
Garuda Indonesia dengan Nomor GA 654 tujuan Jayapura menjadi penerbangan domestik pertama yang lepas landas di Terminal 3 dan disusul GA 648 tujuan Ternate pukul 01.40 WIB. (art)






