JAKARTA– Para wakil rakyat di DPR RI mengutuk pelaku yang menabrakkan truk ke kerumunan massa yang di Nice, Prancis, Jumat (15/7). Apa yang terjadi di Kota Nice tersebut adalah bentuk dari teror.
“Saya mengutuk peristiwa teror itu. Dalam peristiwa itu, tidak hanya 80 nyawa melayang. Namun, ratusan lainnya dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapat pertolongan,” kata Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, Jumat (15/7).
Dikatakan, teror dalam bentuk apapun merupakan musuh kita bersama. Sebab itu, kata dia, saya mengajak masyarakat dunia untuk bahu membahu agar aksi teror yang dilakukan oleh siapapun diperangi apalagi pelaksanaan aksi teror yang mengatasnamakan agama.
Karena, tidak ada satu agama pun di dunia ini yang mengajarkan teror. Tindakkan teror di luar ajaran agama. “Siapapun pelaku, apapun agamanya, saya kira tidak satu agama mengajarkan teror, ini bentuk kejahatan di luar ajaran agama.”
Perlu diwaspadai perubahan bentuk teror yang menyerang masyarakat dan perubahan bentuk teror ini terjadi di Nice, Prancis. Teror kali ini bukan menggunakan bom seperti lazimnya, melainkan pakai truk menabrak kerumunan warga.
“Para teroris ini pasti akan mencari cara baru yang tidak mudah ditebak. Ternyata (teror truk) ini kan efektif juga sampai 80 meninggal dan yang lain dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. “Ini bentuk teror baru yang perlu diwaspadai,” kata dia politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V tersebut mengingatkan agar pemerintah meningkatkan kewaspadaan atas bentuk teror apapun termasuk dampak dari teror fisik yang ada, yaitu teror psikis.
Menurut dia, rasa kewaspadaan kita harus ditingkatkan dengan perkuat intelijen sehingga hal-hal yang mengarah pada aksi teror bisa diantisipasi.
“Tentunya dalam mengatasi masalah teror ini, tidak juga menampilkan bentuk teror lain, misalnya membuat warga ketakutan, semacam ada teror psikis,” demikian Abdul Kharis Almasyhari. (art)






