Parlementaria.com — Anggota DPD RI asal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, menyoroti pentingnya kesiapan sektor transportasi nasional menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia menegaskan bahwa lonjakan mobilitas masyarakat harus diantisipasi secara serius, terutama terkait aspek keselamatan dan kenyamanan pemudik.
Menurut Senator Mirah, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan bahwa sistem transportasi darat, laut, dan udara berada dalam kondisi optimal menghadapi peningkatan jumlah penumpang.
“Setiap tahun, arus mudik selalu diwarnai lonjakan signifikan. Ini bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan keterjangkauan layanan bagi masyarakat,” ujar Mirah di Jakarta, Kamis (19/3).
Ia menilai, mudik bukan sekadar mobilitas massal, melainkan tradisi sosial yang memiliki nilai emosional tinggi bagi masyarakat Indonesia. Karena itu, negara harus hadir memberikan jaminan perjalanan yang aman dan layak.
Lebih lanjut, Anggota Komite II DPD RI tersebut menekankan pentingnya pengawasan terhadap kelayakan armada transportasi. Ia meminta agar inspeksi kendaraan umum dilakukan secara berkala guna meminimalisir potensi kecelakaan selama periode mudik.
Selain itu, Mirah juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang menjadi faktor krusial dalam kelancaran arus mudik. Ia mendorong pemerintah daerah bersama stakeholder terkait untuk memastikan perbaikan titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
“Pengawasan terhadap infrastruktur jalan harus diperkuat, terutama pada jalur-jalur yang selama ini menjadi titik rawan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator transportasi dalam mengelola arus mudik secara efektif. Menurutnya, koordinasi yang baik akan sangat menentukan kelancaran distribusi penumpang di berbagai moda transportasi.
Dalam hal pelayanan publik, Mirah mengingatkan perlunya peningkatan akses dan keakuratan informasi mudik bagi masyarakat. Dengan informasi yang memadai, pemudik dapat merencanakan perjalanan secara lebih baik dan terukur.
Tak kalah penting, ia menyoroti perlindungan terhadap kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Ia meminta agar fasilitas pendukung di terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara disiapkan secara optimal untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan mereka.
Di sisi lain, Mirah juga mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keselamatan selama perjalanan mudik dengan mematuhi aturan lalu lintas serta memanfaatkan layanan transportasi resmi.
“Kesiapan fisik pengemudi dan kepatuhan terhadap aturan menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Senator Mirah berharap momentum Idul Fitri dapat menjadi ajang memperkuat solidaritas sosial, sekaligus memastikan penyelenggaraan mudik yang aman, tertib, dan lancar.
“Keselamatan pemudik adalah prioritas utama. Ini menjadi cerminan kesiapan negara dalam melayani kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (sal)






