Breaking News
BerandaBERITA UMUMEkonomiHeadLineNasional

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Dorong Pergerakan Ekonomi Daerah

×

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Dorong Pergerakan Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini

Parlementaria.com — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan sejumlah paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang diperkirakan akan mendorong pergerakan wisatawan sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan bahwa periode Idul Fitri merupakan salah satu momentum dengan tingkat perjalanan tertinggi di Indonesia. Karena itu, diperlukan sinergi berbagai pihak untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.

“Pergerakan ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata,” ujar Made dalam keterangan resminya, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, peningkatan mobilitas tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memperluas perputaran ekonomi masyarakat secara keseluruhan, termasuk bagi pelaku usaha lokal di destinasi wisata.

Dalam rangka meningkatkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara selama libur Lebaran, Kemenpar telah mengoordinasikan dan mengkurasi berbagai paket wisata. Paket tersebut disusun melalui kolaborasi dengan sekitar 40 pelaku industri pariwisata, dengan fokus utama pada pengguna transportasi udara.

Kemenpar juga terus mendorong masyarakat untuk berwisata di dalam negeri sebagai bagian dari penguatan kampanye bangga berwisata di Indonesia. Upaya ini dinilai penting untuk memperluas pilihan destinasi sekaligus memperkuat ketahanan sektor pariwisata nasional.

Selain itu, Kemenpar mengingatkan pentingnya peran agen perjalanan daring atau online travel agent (OTA) dalam memberikan layanan yang transparan dan akurat kepada masyarakat, terutama terkait informasi harga tiket transportasi selama periode libur Lebaran.

“Kami berharap setiap kondisi di lapangan dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” kata Made.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Odo Manuhutu, menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengupayakan penurunan harga tiket pesawat melalui sejumlah kebijakan strategis.

Upaya tersebut meliputi perbaikan struktur biaya industri penerbangan, pengaturan tarif batas atas, penyederhanaan regulasi impor suku cadang pesawat, hingga penguatan dukungan terhadap rute penerbangan perintis oleh pemerintah daerah.

Selain itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif selama periode libur Idul Fitri, di antaranya diskon Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJPU) sebesar 20 persen, diskon Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) sebesar 40 hingga 50 persen, serta diskon harga avtur hingga 10 persen di 37 bandara. Pemerintah juga memberikan potongan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) kebandarudaraan hingga 50 persen.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menargetkan penurunan harga tiket pesawat pada kisaran 17 hingga 18 persen, sehingga akses masyarakat terhadap transportasi udara selama libur Lebaran semakin terjangkau.

Konferensi pers ini turut dihadiri Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Erwita Dianti, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Agustinus Budi Hartono, serta perwakilan OTA dan asosiasi pelaku industri pariwisata. (sal)

Komentar