PARLEMENTARIA.COM – Indonesia kembali kehilangan seorang tokoh nasional menyusul meninggalnya Wakil Presiden RI ke-6, Try Sutrisno.
Selain dikenang sebagai tokoh yang merawat kesatuan dan persatuan bangsa, Try Sutrisno juga dikenal gigih memperjuangkan konstitusi UUD 1945, terutama pada saat dilakukannya amandemen oleh DPR RI.
Jendral TNI (Purn) H Try Sutrisno bin Subandi, Wakil Presiden RI ke 6 RI, dinyatakan meninggal dunia, Senin (2/3/2026) di RSPAD sekitar pukul 06.58 WIB pagi.
Jenazah akan dimandikan di rumah duka RSPAD dan akan dibawa ke rumah duka Jl. Purwakarta no 6, Menteng Jakarta Pusat, kemudian di sholatkan di Mesjid Sunda Kelapa.
Jenazah almarhum Try Sutrisno akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata Jakarta Selatan.
“Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon do’a dari Bapak Ibu sekalian agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.” Demikian pernyataan Taufik Dwi Cahyono, anak kandung almarhum Try Sutrisno.
Kepergian Jenderal murah senyum ini mengejutkan, karena tidak pernah dilaporkan sakit sebelumnya. Almarhum Try Sutrisno berpulang dalam usia tua, 90 tahun.
Menurut Taufik, almarhum hanya beberapa kali harus mendapatkan perawatan akibat faktor usia saja. Dan untuk ini Taufik menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tim Kedokteran RSPD yang dengan secara maksimal telah melayani pemulihan kesahatan ayahnya.
Selain itu, Taufik juga mengucapkan terimakasih kepada Paspampres yang secara setia dan sungguh sungguh melayani almarhum ayahnya, sampai kemudian berpulang.
“Saya juga mengucapkan terimakasih atas perhatian semua pihak terhadap orang tua kami,” papar Taufik, dilansir harianindonesia.id.
Tokoh Peduli Konstitusi
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia kehilangan seorang tokoh yang merawat kesatuan dan persatuan bangsa.
Menjadi Wapres di era kritikal 1990-an, kata Airlangga, Try Sutrisno berhasil menjaga suasana kebangsaan tetap bersatu.
“Beliau dengan sikap tenangnya berhasil menjaga suasana kebangsaan tetap terjaga, termasuk pada era 1998-an,” ujar putra Menko Perindustrian di era Presiden Soeharto, Hartarto ini di rumah duka, Senin.
Selain itu, Try Sutrisno juga dikenal gigih memperjuangkan konstitusi UUD 1945, terutama pada saat dilakukannya amandemen oleh DPR RI.
Sebagai mantan Wapres dan Purnawirawan TNI Try Sutrisno juga tudak sungkan sungkan menghadiri kegiatan yang terkait dengan masalah persatuan dan kesatuan bangsa, khususnya kegiatan penguatan ideologi Pancasila.
Atas loyalitasnya itu, Pemerintah menunjuk almarhum sebagai Dewan Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila sampai akhir hayatnya. (e2)
Teks Foto: Almarhum Try Sutrisno. (f: harianindonesia.id)






