PARLEMENTARIA.COM, – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (27/2/2026). Pertemuan dua kepala daerah ini menitikberatkan pada penguatan konektivitas antarprovinsi, khususnya untuk menekan biaya logistik pengiriman bahan pokok dari Jawa Timur ke Maluku Utara.
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menggarisbawahi persoalan distribusi yang belum efisien akibat ketidakseimbangan muatan kapal. Selama ini, kapal dari Jawa Timur mengangkut kebutuhan pokok ke Maluku Utara, namun pada perjalanan kembali sering tidak terisi optimal. Situasi itu dinilai menjadi salah satu faktor tingginya ongkos distribusi.
Menurut Khofifah, peluang efisiensi terbuka lebar jika arus barang dua arah dapat dimaksimalkan. Ia menyebut pelaku usaha pelayaran di Jawa Timur siap mengoptimalkan layanan, termasuk menjemput komoditas dari Maluku Utara, sepanjang tersedia volume dan kepastian pasar. Penguatan konektivitas melalui program tol laut juga dipandang strategis untuk mendukung langkah tersebut.
Sementara itu, Gubernur Sherly Tjoanda menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda pembelajaran dan penguatan jejaring antarwilayah. Ia hadir bersama Sekretaris Daerah Samsudin A. Kadir dan jajaran Pemprov Maluku Utara untuk melakukan studi tiru, terutama dalam pengelolaan ekonomi daerah dan tata kelola pemerintahan.
Sherly menilai Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan kinerja ekonomi dan birokrasi yang solid. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berada di angka 4,75 persen menjadi referensi penting bagi Maluku Utara yang saat ini tumbuh di kisaran 3,6 persen. Selain itu, keberhasilan Jawa Timur menjaga stabilitas inflasi dinilai relevan untuk diadaptasi guna mengantisipasi fluktuasi harga di Maluku Utara.
Di bidang reformasi birokrasi, perhatian khusus diberikan pada peningkatan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Jawa Timur tercatat meraih skor 4,75, termasuk tertinggi secara nasional, sedangkan Maluku Utara berada di angka 3,6. Untuk mempercepat peningkatan tersebut, Maluku Utara berencana memperdalam kerja sama teknis dan kelembagaan dengan Jawa Timur.
Kolaborasi kedua provinsi juga diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui sinergi antar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), pertukaran inovasi sektor pertanian, penguatan pendidikan vokasi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pertemuan di Grahadi ini diharapkan menjadi pijakan konkret bagi integrasi ekonomi antarwilayah, terutama dalam memperkuat konektivitas laut dan memperlancar arus logistik menuju kawasan Indonesia Timur. (sal/wtc)






