Breaking News
BerandaBERITA UMUMDaerahPendidikanUmum

Bangkit dari Bencana, Pramuka Unand Dampingi Petani dan Karang Taruna di Salingka Kampus

×

Bangkit dari Bencana, Pramuka Unand Dampingi Petani dan Karang Taruna di Salingka Kampus

Sebarkan artikel ini
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka turun langsung mendampingi masyarakat terdampak banjir di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang. (Sal)

Parlementaria.com – Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka turun langsung mendampingi masyarakat terdampak banjir di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Program bertajuk Saling Kampus Bangkit (SAKABA) ini berlangsung sejak 28 Januari hingga 30 Maret 2026, dengan pendampingan dua dosen pembimbing lapangan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), dengan target minimal 160 Jam Kegiatan Efektif Mahasiswa (JKEM). Fokusnya bukan sekadar bantuan sosial, melainkan membangun sistem pemulihan berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan Salingka Kampus.

Ketua Pelaksana SAKABA, Rangga Hardiansyah Putra, menjelaskan bahwa mahasiswa hadir untuk bekerja bersama masyarakat. “Kami tidak ingin hanya datang memberi bantuan sesaat. Kami membangun kolaborasi dengan kelompok tani dan pemuda setempat agar produksi pertanian dan kehidupan sosial bisa pulih secara bertahap,” ujarnya.

Salah satu program utama adalah pembangunan rumah bibit sayuran bagi 20 kepala keluarga anggota kelompok tani terdampak banjir. Bibit yang dikembangkan meliputi cabai, seledri, selada, dan terung yang dapat ditanam di pekarangan rumah. Selain untuk kebutuhan konsumsi keluarga, hasilnya diharapkan dapat membantu tambahan penghasilan, khususnya selama Ramadan.

“Banjir kemarin menghancurkan sebagian lahan kami. Rumah bibit ini memberi harapan baru agar minimal kebutuhan sehari-hari bisa terpenuhi,” kata Suherman, Ketua Kelompok Tani Kampung Duri Jalan Kampus.

Tak hanya sektor pertanian, Karang Taruna Kelurahan Kapalo Koto juga diberdayakan. Para pemuda dilibatkan dalam penyediaan sarana air bersih serta edukasi kesehatan bagi 10 kepala keluarga yang masih tinggal di hunian sementara (huntara) di kawasan Suku Tanjung, Batu Busuk. Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan kualitas hidup warga pascabencana.

Pembina Pramuka Unand, Dr. apt. Syofyan, M.Farm., menegaskan bahwa peran mahasiswa harus nyata di tengah masyarakat. “Mahasiswa adalah agen perubahan. Program ini memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan pangan masyarakat, sekaligus menegaskan kehadiran kampus di lingkungan Salingka Kampus,” ujarnya.

Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat diharapkan berlanjut setelah program berakhir. Upaya penguatan ketahanan komunitas, pemberdayaan pemuda, serta pembangunan sosial adaptif terhadap risiko bencana menjadi agenda penting untuk memastikan kawasan Salingka Kampus benar-benar bangkit dan lebih tangguh menghadapi tantangan ke depan. (sal)

Komentar