PARLEMENTARIA.COM – Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII, Novita Hardini, mendorong sekolah menghadirkan ekstrakurikuler yang relevan dengan kebutuhan zaman, seperti teater, koding, dan pelatihan kreatif digital.
Bagi Novita, ruang-ruang kreatif bukan sekadar aktivitas tambahan, melainkan pintu masuk menuju kemandirian ekonomi sejak dini. Generasi muda, tegasnya, perlu membangun pengalaman dan keterampilan lebih awal agar siap menghadapi dinamika industri yang terus bergerak.
“Saya pernah muda. Semakin cepat kita mencoba dan bekerja, semakin banyak pengalaman dan keterampilan yang kita miliki. Itu yang akan membentuk masa depan kita,” pesan Novita.
Novita mengatakan hal itu saat menyelenggarakan rangkaian kegiatan pemberdayaan ekonomi berbasis kreativitas dan digital di Kecamatan Munjungan, Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026). Kegiatan itu mulai dari menyapa generasi Z di lingkungan sekolah hingga merespons keluhan kesejahteraan guru PPG Non Sertifikasi.
“Saya ingin mendorong sekolah lebih serius menyiapkan masa depan anak-anak kita. Dunia kerja tidak hanya formal. Industri kreatif seperti gaming, perfilman, animasi, hingga digital marketing memiliki potensi besar dan bisa dimasuki anak-anak muda hari ini,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Ia menjelaskan, ekosistem industri kreatif tidak hanya membutuhkan figur di depan layar, tetapi juga talenta di balik layar; mulai dari penulis, editor, animator, hingga tenaga kreatif berbasis literasi dan teknologi.
Karena itu, ia mendorong sekolah menghadirkan ekstrakurikuler yang relevan dengan kebutuhan zaman, seperti teater, koding, dan pelatihan kreatif digital.
Respons positif datang dari para siswa. Mereka mengaku mendapatkan perspektif baru tentang bagaimana platform digital dapat menjadi instrumen produktif, bukan sekadar ruang hiburan.
Pesan tentang kemandirian dan pemberdayaan itu tidak berhenti di lingkungan sekolah. Di hari yang sama, Novita menemui Guru PPG Non Sertifikasi di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan.
Dalam pertemuan tersebut, ia menyerap aspirasi terkait kesejahteraan sekaligus menawarkan solusi alternatif yang bisa segera dijalankan
Menurutnya, persoalan kesejahteraan guru memang harus diperjuangkan di tingkat kebijakan. Namun, di saat yang sama, peluang ekonomi berbasis UMKM dan digital dapat menjadi langkah taktis untuk menambah penghasilan.
“Saya tidak bisa membiarkan masalah ini tanpa solusi. Karena itu, saya tawarkan inkubasi UMKM dan peluang menjadi affiliate atau konten kreator agar para guru memiliki tambahan penghasilan,” ujar Legislator Dapil Jawa Timur VII yang meliputi Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan dan Magetan.
Sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang bermitra dengan kementerian di bidang UMKM dan ekonomi kreatif, ia menilai transformasi digital telah membuka akses usaha tanpa batas geografis. Siapa pun, termasuk guru, dapat memanfaatkan platform digital secara kreatif untuk menciptakan nilai tambah.
“Dengan memanfaatkan platform digital secara kreatif, penghasilan tambahan itu sangat mungkin. Ini bisa menjadi solusi sementara untuk meringankan beban mereka,” tegasnya, dilansir dpr.go.id.
Meski menyambut positif tawaran inkubasi UMKM tersebut, para guru tetap berharap adanya kejelasan status dan peningkatan kesejahteraan yang diperjuangkan di tingkat nasional. Menanggapi hal itu, Novita menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut melalui koordinasi lintas komisi di DPR RI.
Melalui kreativitas, keberdayaan ekonomi tidak lagi dibatasi ruang dan latar belakang profesi. Menurut Novita, baik siswa maupun guru memiliki peluang yang sama untuk tumbuh melalui UMKM dan industri kreatif, sepanjang diberikan akses, pendampingan, serta keberanian untuk memulai. (e2)
Teks Foto: Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini saat melakukan kunjungan ke KWT Mawar Desa Jambu, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026). (f: dpr.go.id)






