PARLEMENTARIA.COM – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangerap menargetkan Provinsi Jawa Tengah menjadi “kandang gajah” pada Pemilu 2029.
Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menilai, sebagai ketua umum partai, Kaesang memang sudah seharusnya memecut semangat kadernya untuk memenangkan kontestasi di wilayahnya.
Dengan begitu, semua kader partai berlambang gajah itu diharapkan akan terus bekerja untuk memenangkan partainya pada setiap pemilu.
“Kaesang tampaknya coba menanamkan optimistis dengan memberi target tinggi ke kadernya di Jawa Tengah. Meskipun semua orang tahu target menjadikan Jawa Tengah sebagai kandang gajah tidak realistis,” kata Jamil kepada media ini, Senin (12/1/2026).
Alasan Jamil karena tidak ada sosok di PSI yang punya nilai jual. Termasuk Kaesang sebagai ketua umum. Kaesang bisa jadi berupaya mengandalkan bapaknya, Joko Widodo. Namun nilai jual Jokowi sejak lengser dari presiden hingga sekarang juga terus melorot.
“Bahkan dilihat dari trennya, nilai jual Jokowi akan sampai titik terendah pada tahun 2029. Karena itu, berharap Jokowi dapat mendongkrak suara PSI di Jawa tengah, apalagi menjadikan kandang gajah, kiranya hanya mimpi di siang bolong,” kata Jamil.
Menurut Jamil, hal itu yang membuat PDIP merespon dingin atas target Kaesang di Jawa Tengah. Bisa jadi PDIP menilai ungkapan Kaesang itu hanya khayalan anak kecil.
“Jadi, bila head to head dengan PDIP, PSI memang tidak setara. Membandingkan Kaesang dengan Megawati tentu layaknya seperti bumi dan langit,” kata Jamil.
Jamil menilai kapasitas kadernya juga belum setara. Kader PDIP lebih ideologis dibandingkan kader PSI, sehingga berpeluang lebih diterima di Jawa Tengah.
“Selain itu, PDIP jauh lebih mengakar di Jawa Tengah. Hal ini membuat partai lain, apalagi PSI, akan sulit untuk menggusur PDIP dari Jawa Tengah,” kata mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu. (*)






