Parlementaria.com – – nggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Provinsi Sumatera Barat, Irman Gusman, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan fenomena tanah bergerak yang melanda berbagai wilayah di Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir akibat cuaca ekstrem.
Dalam tiga hari terakhir, beberapa daerah di Sumbar dilaporkan mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang memicu luapan sungai dan pergeseran tanah. BPBD Provinsi Sumatera Barat mencatat banjir merendam permukiman di Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Agam, hingga Kota Solok, sementara sejumlah ruas jalan utama sempat terputus akibat genangan dan material longsor.
Laporan lapangan menyebutkan lebih dari tiga ribu rumah terdampak, ratusan warga mengungsi ke posko darurat, dan lahan pertanian tergenang lebih dari 250 hektare, terutama di Padang Pariaman dan Agam.
Di beberapa titik, seperti Malalak, Lubuk Alung, dan Banuhampu, tanah longsor menutup akses warga sehingga proses distribusi bantuan menjadi terkendala.
“Hati saya ikut merasakan duka saudara-saudara kita di kampung halaman yang terdampak. Bencana ini harus disikapi serius, karena tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengancam kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan di tingkat desa, di mana ratusan hektare lahan pertanian turut terendam,” ujar Irman.
Anggota Komite I DPD RI itu menekankan bahwa kondisi ini membutuhkan respons cepat dan terukur dari seluruh pihak.
Akan Turun ke Dapil
Irman menyebut sudah menginstruksikan Tim Irman Gusman Peduli di Sumatera Barat untuk segera mendistribusikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar kepada warga yang mengungsi maupun yang terdampak paling parah.
“Insyaallah saya akan turun langsung ke lokasi bencana Jumat pagi, 28 November ini,” jelas Dewan Pakar Pengembang UMKM PP Muhammadiyah itu.
Mantan Ketua DPD RI ini juga mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor, terutama BPBD, BNPB, Kementerian PUPR, TNI-Polri, serta lembaga kemanusiaan seperti MDMC dan LPBINU, agar penanganan bencana dapat berlangsung cepat dan tidak sporadis.
Ia menekankan pentingnya mitigasi jangka panjang seperti perbaikan tata ruang wilayah, rehabilitasi hutan, normalisasi aliran sungai, serta edukasi kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat.
“Bencana ini harus menjadi perhatian kita semua. Sumatera Barat merupakan wilayah rawan hidrometeorologi, sehingga perlu sistem mitigasi yang lebih kokoh dan terukur. Penanganan bencana tidak boleh hanya reaktif, tetapi harus preventif dan berbasis data,” tambah Irman, yang juga Penasehat MDMC Sumbar.
Di sisi lain, Irman Gusman mengajak seluruh elemen masyarakat, baik perantau maupun warga di kampung halaman, untuk saling membantu dan menguatkan satu sama lain. Ia menyampaikan doa agar warga terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan.
“Semoga Allah SWT melindungi seluruh masyarakat Sumatera Barat, dan kita bisa melalui ujian ini dengan penuh kesabaran dan semangat kebersamaan,” tutupnya. (“)






