Breaking News
DPR RIPengawasan

Alex Indra Lukman: Penyuluh Adalah Pelaku Utama Penggerak Pertanian

×

Alex Indra Lukman: Penyuluh Adalah Pelaku Utama Penggerak Pertanian

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman mengatakan penguatan fungsi penyuluh pertanian menjadi kunci dalam mempercepat penyaluran program strategis dan meningkatkan serapan anggaran sektor pertanian.

“Penyuluh sebagai ujung tombak lapangan yang memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada petani secara tepat waktu dan tepat sasaran,” kata Alex dalam rapat kerja bersama Menteri Pertanian, Senin (24/11/2025).

Penguatan penyuluh kembali ia tekankan sebagai bentuk keberpihakan nyata pemerintah terhadap pelaku utama penggerak pertanian. Penyuluh disebut bukan hanya alat pendukung, tetapi faktor penentu keberhasilan program pertanian nasional.

“Saya ingin menggaris bawahi terkait penyuluh ini. Kita pernah bersepakat di ruangan ini bahwa penyuluh itu adalah ujung tombak keberhasilan di bidang pertanian. Oleh karena itu, saya berharap angka-angka juga mencerminkan keberpihakan kita kepada mereka,” kata Alex.

Ia mengapresiasi rencana pengadaan motor roda dua bagi penyuluh. Namun ia menilai realisasinya belum sejalan dengan jumlah penyuluh yang mencapai lebih dari 37 ribu orang. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikawal agar tidak menimbulkan ketimpangan fasilitas di lapangan.

“Saya menemukan di sini pengadaan motor roda dua-nya cuma 10 ribu. Jangan sampai satu motor bonceng 4 Pak! Kalau kita bersepakat kan satu penyuluh satu motor kan. Kita pernah bersepakat dan kita harus komit dengan kesepakatan kita itu,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Akex menyampaikan apresiasi atas capaian Kementerian Pertanian pada tahun anggaran 2025, khususnya pada kelancaran distribusi pupuk bersubsidi setelah pemangkasan birokrasi. Keberhasilan tersebut perlu menjadi acuan bagi program strategis lain agar tidak terhambat di tingkat pelaksana.

“Jujur, saya harus mengapresiasi Pak Menteri, Pak Wamen beserta jajaran untuk capaian tahun 2025. Khususnya terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah menurunkan harga pupuk. Distribusinya juga menjadi lancar, stoknya tersedia. Bayangkan birokrasinya dipangkas sedemikian rupa, sehingga pupuk bisa langsung sampai ke tangan petani di musim tanam,” ujar Alex.

Dia berharap efektivitas yang sama juga dapat diterapkan pada berbagai program Kementerian Pertanian tahun 2026. Menurut politisi PDI-Perjuangan itu, dapat menjadi garda terdepan dalam mengeksekusi kebijakan secara lebih cepat tanpa hambatan administratif berlapis.

“Saya berharap untuk 2026, pemangkasan seperti ini juga diberlakukan untuk program-program dari Kementerian Pertanian. Bapak sekarang sudah punya pasukan di seluruh Indonesia, ujung tombak yang namanya penyuluh. Jadi cukup rekomendasi penyuluh saja, sehingga program-program Bapak, apakah Alsintan atau benih bisa segera sampai. Itu juga pasti akan mempengaruhi serapan Kementerian Pertanian nanti di tahun 2026,” tuturnya.

Alex juga mendorong agar pembahasan program dilakukan secara lebih mendalam, sehingga setiap rencana dapat dipastikan memiliki mekanisme pelaksanaan yang efektif. Kajian yang mendetail disebut penting agar program tidak hanya baik secara konsep, tetapi juga nyata manfaatnya di lapangan.

Di akhir penyampaiannya, ia menegaskan kembali bahwa penyederhanaan petunjuk pelaksanaan dan teknis perlu berjalan beriringan dengan penguatan penyuluh. Kedua langkah tersebut dipandang esensial untuk memastikan program pertanian terimplementasi secara efektif, cepat, dan berdampak langsung bagi petani. (*)

Komentar