PARLEMENTARIA.COM – Presiden Kongres Bosniak Mustafa Ceric merasa kagum dengan kebesaran Muhammadiyah. Menurutnya Muhammadiyah dapat menjadi contoh dalam promosi islam tengahan (wasathiyah) untuk dunia modern.
Kekaguman itu disampaikan tokoh kelahiran Visoko, Bosnia itu, dalam acara Hari Bermuhammadiyah yang diadakan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu (12/11/2025).
Dunia abad 21 membutuhkan solusi, lebih-lebih untuk menghadapi krisis perdamaian. Menurutnya, solusi dari krisis perdamaian itu adalah pandangan atau paradigma tengahan atau moderat atau wasathiyah sebagaimana yang dimiliki Islam.
Kekerasan dan perang yang masih terjadi dan akan terus bergejolak, kata Ceric, membutuhkan perhatian serius dari umat manusia. Pertikaian yang terjadi harus dimediasi tidak boleh dibiarkan, alih-alih dengan memberikan perdamaian yang dangkal.
Dalam urusan mediasi atau menengahi suatu konflik, dia menyarankan supaya dunia mengalihkan pandangan yang serba antroposentris ke Kitab Suci Al Qur’an yang didalamnya berisi ajaran-ajaran mulia untuk manusia dan semesta.
Bahkan tak hanya sebagai solusi terhadap konflik atau peperangan, Kitab Suci Al Qur’an menurut Mustafa Ceric juga dapat menjadi solusi atas berbagai krisis kontemporer seperti iklim, ekstrimisme, bahkan disinformasi digital.
Dirinya juga sepakat dengan cara Muhammadiyah dalam ‘mendekati’ Al Qur’an. Bahkan menurutnya Muhammadiyah sebagai gerakan Islam telah lama melakukan transformasi visi besar Islam untuk kemanusiaan global. (*)






