Breaking News
HeadLineNasionalPolitik

Hasyim: Keteladanan yang Menyatukan di Tengah Perbedaan

×

Hasyim: Keteladanan yang Menyatukan di Tengah Perbedaan

Sebarkan artikel ini

Parlementaria.com– Di tengah dinamika politik yang kerap keras dan penuh gesekan, nama Hasyim, Ketua DPC PDI-P Kota Medan sekaligus Anggota DPRD Sumatera Utara, mencuat sebagai sosok yang tenang, profesional, dan menyejukkan. Bagi Forum Pluralisme dan Toleransi Indonesia (FPTI), Hasyim bukan hanya politisi berintegritas — ia adalah simbol toleransi yang nyata, sosok yang memilih membangun jembatan, bukan tembok, di tengah masyarakat yang beragam.

Belakangan, Hasyim sempat menjadi sasaran serangan berbasis isu etnis karena latar belakangnya sebagai bagian dari komunitas Tionghoa. Namun, gelombang serangan itu justru memperlihatkan kontras — sebab di saat sebagian memilih memperuncing perbedaan, Hasyim tetap berdiri tegak, menanggapi dengan sikap terbuka dan kepala dingin. Ia tetap bekerja, tetap melayani, tanpa membeda-bedakan siapa pun.

Ketua FPTI Saiful Tan menyayangkan munculnya isu-isu yang menyinggung SARA. Ia menegaskan, politik identitas tidak akan pernah membawa bangsa ini maju. “Hasyim adalah contoh bahwa keberagaman tidak seharusnya jadi alasan untuk meragukan kemampuan seseorang. Justru dari keberagaman itu lahir kekuatan. Serangan berbasis etnis tidak hanya tidak adil, tapi juga mengancam harmoni sosial yang sudah dibangun dengan susah payah,” ujarnya.

Saiful menambahkan, keberhasilan Hasyim dalam memimpin PDI-P Medan dan mengemban amanah di DPRD Sumut menjadi bukti bahwa kualitas dan integritas jauh melampaui label identitas. Di bawah kepemimpinannya, PDI-P Medan tumbuh sebagai wadah politik yang inklusif — rumah besar bagi berbagai lapisan masyarakat, dari berbagai latar dan keyakinan.

Langkah-langkah Hasyim yang fokus pada pembangunan merata, pelayanan publik yang transparan, serta komunikasi politik yang sejuk telah membawa udara segar di tengah masyarakat Kota Medan. Gaya kepemimpinannya mencerminkan nilai-nilai demokrasi yang sejati: menghormati perbedaan, menegakkan keadilan, dan menempatkan kemanusiaan di atas segalanya.

“Melihat rekam jejaknya, kami meyakini Hasyim layak untuk terus memimpin PDI-P Medan,” tegas Saiful. “Ia telah membangun konsolidasi partai yang kuat dan mempererat hubungan dengan masyarakat. Mendukung Hasyim berarti mendukung politik yang bersih, terbuka, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.”

Dalam lanskap politik yang sering diwarnai perpecahan, sosok Hasyim mengingatkan kita pada esensi dari Indonesia itu sendiri — Bhinneka Tunggal Ika. Bahwa kekuatan bangsa ini bukan terletak pada keseragaman, tapi pada kemampuan untuk tetap bersatu, saling menghormati, dan bergerak bersama menuju masa depan yang lebih adil dan manusiawi. (@l)

Komentar