Breaking News
Nasional

Universitas Binawan Tingkatkan Literasi Kesehatan Ibu Hamil Lewat Pengabdian Masyarakat

×

Universitas Binawan Tingkatkan Literasi Kesehatan Ibu Hamil Lewat Pengabdian Masyarakat

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Universitas Binawan melalui Direktorat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama (DPPMK) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Ibu Hamil Sehat, Bayi Cerdas” diselenggarakan pada 5 dan 12 Agustus 2025, dengan melibatkan 33 ibu hamil.

Acara dibuka secara resmi oleh Plt. Direktur DPPMK, Dr. dr. Agung Cahyono Triwibowo, M.Si. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas program studi di Universitas Binawan dan berlangsung secara interaktif, memadukan edukasi dengan praktik langsung.

Sesi Pertama
Materi Persiapan Persalinan disampaikan oleh Dr. Maryuni, MKM, yang membahas kesiapan fisik dan mental ibu hamil, pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin, serta latihan relaksasi. Selanjutnya, dr. Dwi Ratna Sari Handayani, M.Si., mengupas manfaat pijat bayi bagi tumbuh kembang anak, teknik pijat dasar yang aman, serta pemilihan minyak alami. Sesi ini diakhiri dengan demonstrasi pijat bayi yang disambut antusias oleh peserta.

Sesi Kedua
Pada sesi kedua, Dr. dr. Sandra Hakiem Afrizal, MHPM membawakan materi Edukasi Kreatif Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Beliau menekankan bahwa anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah serius di Indonesia, dialami hampir setengah populasi ibu hamil. Kebutuhan zat besi meningkat hingga 25% selama kehamilan untuk mendukung pembentukan jaringan janin dan hemoglobin, sehingga asupan dari makanan saja sering kali tidak mencukupi. Suplementasi TTD minimal 90 tablet selama masa kehamilan dinilai efektif menurunkan risiko anemia dan stunting. Dr. Sandra juga memberikan tips konsumsi yang benar, yaitu mengonsumsi TTD pada malam hari dengan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan, serta menghindari teh, kopi, dan susu yang dapat menghambatnya.
Materi selanjutnya disampaikan oleh apt. Mutia Sari Wardana, M.Farm., yang mengupas Penggunaan Obat dan Suplementasi Selama Kehamilan. Ia menjelaskan bahwa penggunaan obat pada trimester pertama perlu mendapat perhatian khusus karena risiko terjadinya cacat lahir (teratogenesis) lebih besar. Mutia memaparkan klasifikasi keamanan obat menurut FDA, prinsip penggunaan obat yang aman, serta pentingnya konsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi obat. Beliau juga memberikan panduan memilih suplemen yang tepat untuk ibu hamil, termasuk vitamin dan mineral esensial seperti zat besi, kalsium, magnesium, zink, vitamin A, D, E, K, C, dan B kompleks.

Nisya Cesaryani Rahmasari, S.Gz., M.Gz. melanjutkan dengan materi Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi Seimbang. Ia menegaskan bahwa gizi seimbang sejak masa kehamilan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak dan menjadi kunci pencegahan stunting. Nisya memaparkan pentingnya pemenuhan kebutuhan makronutrien dan mikronutrien, pola makan yang bervariasi, dan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih. Beliau juga mendorong para ibu hamil untuk memanfaatkan sumber pangan lokal bergizi tinggi.

Penutup sesi disampaikan oleh Lutfi Handayani, S.ST., M.Keb., yang membawakan materi Hubungan Senam Hamil dengan Nyeri Punggung pada Ibu Hamil Trimester II dan III. Ia menjelaskan bahwa senam hamil tidak hanya membantu menjaga kebugaran, tetapi juga efektif mengurangi keluhan nyeri punggung yang umum dialami pada trimester akhir. Melalui demonstrasi langsung, Lutfi memperlihatkan gerakan-gerakan senam yang aman dan bermanfaat untuk melenturkan otot, memperbaiki postur tubuh, serta mempersiapkan proses persalinan.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata Universitas Binawan sebagai Kampus Berdampak. Kami ingin memastikan ilmu yang ada di ruang kuliah dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat, terutama dalam mendukung kesehatan ibu dan anak,” ujar Dr. dr. Agung Cahyono Triwibowo, M.Si., Plt. Direktur DPPMK Universitas Binawan.

“Materi yang kami sampaikan bersifat praktis, berbasis bukti ilmiah, dan bisa langsung diaplikasikan. Harapannya, para ibu hamil memiliki pengetahuan dan keterampilan yang membantu mereka menjalani kehamilan sehat, melahirkan dengan aman, dan mendukung tumbuh kembang optimal anak,” tambah apt. Mutia Sari Wardana, M.Farm., narasumber materi penggunaan obat dan suplementasi selama kehamilan.

Melalui kegiatan ini, Universitas Binawan menegaskan perannya sebagai “Kampus Berdampak” (Impactful Campus) yang tidak hanya fokus pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas sejak dalam kandungan, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. (*)

Komentar