Breaking News
Nasional

Munas Pertama IKM, Siap Hadirkan Pemimpin Visioner

×

Munas Pertama IKM, Siap Hadirkan Pemimpin Visioner

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM – Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pertama sejak berdiri pada tahun 2016. Acara ini akan berlangsung pada 22–24 Mei 2025 di Hotel Santika Premiere, Jakarta.

Ketua Departemen Organisasi, Kelembagaan, dan Keanggotaan DPP IKM, Mel Sofyan, menyampaikan bahwa Munas ini menjadi momentum bersejarah bagi organisasi perantau Minangkabau terbesar di Indonesia.

“Forum itu nanti bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga wadah merumuskan arah baru organisasi agar lebih adaptif terhadap dinamika zaman dan tantangan global,” ujar Mel Sofyan dalam keterangan tertulisnya diterima media ini, Minggu (18/5/2025).

Ia menambahkan bahwa Munas 2025 akan dihadiri oleh delegasi dari seluruh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKM se-Indonesia. “Bahkan termasuk perwakilan luar negeri dan undangan kehormatan,” katanya.

Mel mengungkapkan bahwa masyarakat Minangkabau, terutama para perantau, menaruh harapan besar pada lahirnya sosok pemimpin baru yang solid, visioner, dan berintegritas.

“Mereka mendambakan lahirnya sosok pemimpin yang tidak hanya memiliki integritas moral dan kapasitas intelektual, tetapi juga karakter yang tageh (tangguh), takah (berwibawa), dan tagok (tegas),” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa IKM diharapkan dapat menjalankan program-program konkret yang berfokus pada peningkatan pendidikan, ekonomi, serta status sosial masyarakat Minang. Agenda ke depan juga mencakup dukungan terhadap pendidikan tinggi bagi generasi muda, pemberdayaan UMKM, serta pelestarian nilai-nilai budaya di tengah masyarakat urban.

“IKM harus tampil sebagai kekuatan strategis dan motor penggerak masyarakat Minangkabau agar lebih aktif di panggung politik nasional maupun internasional,” tegasnya.

Mel juga menekankan pentingnya menjunjung filosofi adat Minangkabau “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah” sebagai pijakan kultural yang relevan dalam era modern. “IKM harus menjadi jembatan antara tradisi dan kemajuan, antara akar budaya dan cita-cita masa depan,” tutupnya. (Al)

Komentar