Ekonomi

Obat Mujarab Perkuat Rupiah Adalah Dolar

PARLEMENTARIA.COM – Anggota Komisi XI DPR Fraksi PKS, Refrizal berpendapat bahwa obat mujarab untuk memperkuat rupiah adalah dengan mendatangkan dolar ke Indonesia.

“Bagaimana cara mendatangi dolar ke sini terserah pemerintah,” kata Refrizal dalam diskusi bertema “Pelemahan Rupiah, Dampak dan Solusinya”, di Media Center DPR, Kamis (6/9/2018).

Salah satu cara mendatangkan dolar itu menurut Refrizal, adalah dengan mendatangkan investor. “Mendatangkan investor itu bukan membawa semen dan besi, tapi dolar,” ujar Refrizal.

Refrizal tidak setuju keterpurukan nilai rupiah terhadap dolar belakangan ini dibanding-bandingan negara lain yang nilai ekspornya berada di bawah Indonesia.

“Kalau kita membandingkan jangan yang jelek-jelek, tapi kita harus contoh yang baik-baik. Kalau negara ini mau jadi baik maka contoh yang baik-baik, jangan contoh yg jelek,” tegasnya.

“Dibandingkan dengan Malaysia kita sudah kalah ekspornya, dibandingkan dengan Vietnam jumlah penduduknya kita sudah kalah, jangan bandingkan dengan Thailand,” ulas Refrizal.

Sedangkan politisi PDIP Eva Sundari mengakui pelemahan rupiah sampai terhadap dolar, yaitu Rp15.000/dolar sudah berada di lampu merah karena melewati batas psikologis yang dipatok oleh bank.

“Kalau kemudian sudah melewati batas psikologis ini, maka ini akan menjadi merah atau sinyal merah. Artinya memang kita tidak menginginkan,” ujar Eva Sundari.

Meski dolar sudah menembus Rp15.000/dolar, menurut anggota DPR Komisi XI itu, belum dirasakan dampak oleh masyarakat. “Kalau sekarang masyarakat belum terasa walaupun sudah melampaui Rp15.000. “Yang terasa tentu teman-teman oposisi,” ujarnya dengan nada menyindir pembicara lainnya dari oposisi pemerintah, yaitu Refrizal (PKS) dan Heri Gunawan (Gerindra).

Dia berharap pelemahan rupiah itu jangan berlangsung hingga Desember mendatang. Karena selain membebani industri berkonten impor, juga akan berdampak rasionalisasi sampai PHK.

“Kalau kemudian sampai Desember ada dampak efisiensi, rasionalisasi sampai PHK. Ini akan menjadi isu yang serius sekali menurut saya,” kata politisi PDIP itu.

Salah satu cara mengatasi pelemahan rupiah tersebut, Eva menyebutkan perlu skenario cerdas pemerintah dan Bank Indonesia (BI). Selain itu perlu patriotisme masyarakat dengan menjual dolar, tidak pergi ke luar negeri dan mencintai produk dalam negeri.

“Jadi tidak ada pilihan bagi semua dari kita, untuk melawan bersama-sama, kombinasinya adalah kepemimpinan. Patriotisme itu bukan hanya untuk masyarakat tetapi juga bagi anggota Kabinet,” kata Eva Sundari.

Sedangkan anggota Komisi XI dari Gerindra Heri Gunawan mengatakan, salah satu cara mengatasi pelemahan rupiah ini adalah dengan melakukan penghematan belanja pemerintah.

“Kalau menurut hemat kami mungkin pemerintah memotong anggaran belanjanya secara signifikan. Dilihat kembali mana yang kira-kira menjadi sebuah prioritas, mana yang bukan atau belum menjadi prioritas,” katanya. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top