Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Terus Merosot, Bamsoet Minta Semua Pihak Jangan Cari Kambing Hitam

PARLEMENTARIA.COM – Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta semua pihak tidak mencari kambing hitam atas melemahnya nilai tukar rupiah yang mencapai Rp14.914 per dolar AS.

“Saya mengingatkan kepada para pihak agar tidak mencari kambing hitam dengan menyalahkan sebab musabab turunnya rupiah, tapi lakukanlah tindakan nyata untuk mengatasi melemahnya nilai tukar rupiah,” pinta Bambang Soesatyo dalam respon tertulisnya, Rabu (5/9/2018).

Hal tersebut disampaikan Bamsoet, begitu dia akrab disapa, merespon terkait melemahnya nilai tukar rupiah yang mencapai Rp14.914 per dolar AS berdasarkan data Bank Indonesia 5 September 2018).

Melemahnya nilai rupiah tersebut, berdampak terhadap sejumlah sektor industri akibat biaya produksi naik, terutama industri yang menggunakan bahan baku berasal dari impor.

Namun Bamsoet optimis, Indonesia akan mampu menghadapi gejolak harga dolar tersebut. “Kita harus percaya bahwa fundamental ekonomi kita cukup kuat dengan politik yang relatif stabil,” terang Bamsoet.

Untuk menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah tersebut, Bamsoet meminta pemerintah segera merealisasikan kebijakan pembatasan impor terhadap 900 jenis barang konsumsi.

“Gunanya untuk mengurangi defisit neraca pembayaran yang menjadi salah satu penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan berdampak negatif kepada pelaku usaha industri,” kata Bamsoet.

Dia juga mengimbau kementerian/lembaga untuk saling bersinergi dan bahu membahu antar dalam upaya untuk menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, guna menjaga stabilitas keuangan Negara.

Khusus kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Bank Indonesia dimintanya untuk segera menyiapkan langkah-langkah antisipatif dan menerapkan kebijakan yang menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dollar.

Kemudian dia juga meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk membuat kebijakan yang dapat membantu pelaku usaha untuk mendapatkan bahan baku industri, baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga pelaku usaha dapat meningkatkan hasil produksi dan nilai ekspor.

Kepada Kementerian Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Kemenkop UMKM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dia meminta untuk membantu pelaku usaha penghasil bahan baku diberi kemudahan untuk mendapatkan investasi.

“Agar mereka mampu bertahan untuk memproduksi dan meningkatkan kualitas serta kuantitas bahan baku industri sehingga pelaku industri dapat mengurangi impor untuk mendapatkan bahan baku,” papar Bamsoet.

Kemudian dia meminta Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mengimbau BUMN dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berperan dalam menghadapi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS, salah satunya dengan saling bersinergi dalam hal promosi produk dan penggunaan produk dalam negeri. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top