Ekonomi

Pengalaman Pahit Krismon 1998 Jangan Terulang Lagi

PARLEMENTARIA.COM – Wakil Ketua Komisi IV DPR Michael Wattimena mengingatkan pengalaman pahit krisis ekonomi tahun 1998 jangan terjadi lagi. Pada tahun 1998 lalu terjadi resesi ekonomi yang diawali terus melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Akibat resesi ekonomi saat itu, mata uang rupiah Rp2000 per dolar, namun terus melonjak hingga Rp15.000 sampai Rp16.000 per dolar. Kondisi inilah yang perlu diwaspadai,” tutur Michael dalam interupsi di sela-sela Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (04/9/2018).

Menurut politisi Partai Demokrat ini, pada saat Presiden menyampaikan Pidato Pengantar RAPBN 2019 beserta Nota Keuangannya pada tanggal 16 Agustus lalu, nilai tukar rupiah yang diasumsikan Rp14.400, namun sekarang sudah mencapai Rp 14.900. “Atas kondisi ini, kami ingin Menteri Keuangan menjelaskan secara jujur dan setulus-tulusnya bagaimana kondisi fundamental ekonomi kita,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pengalaman kelam krisis ekonomi tahun 1998 jangan sampai terjadi. “Jujur kita tidak mau lagi berada pada suasana kelam seperti tahun 1998. Saat itu semua pembantu Presiden mengatakan fundamental ekonomi kuat, tapi apa yang terjadi akhirnya mengalami resesi. Jangan sampai para pembantu menyenangkan Presiden, tapi ternyata kondisinya sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Pemerintah, harap Michael, jangan selalu berlindung di balik ada permasalahan perang dagang AS dan China. Pihaknya juga tidak ingin mendengar lagi ada permasalahan eksternal Amerika, China, Turki dan Argentina. Atau ke depan ada lagi permasalahan eksternal dari negara lain.

“Janganlah kalau ada sesuatu dipersalahkan pihak luar. Kami ingin Kemenkeu menjalaskan disertai fondasi ekonomi kita saat ini,” pungkas politisi dapil Papua Barat ini menambahkan. (chan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top