Breaking News
Ekonomi

Saniatul Lativa: Penerbangan ke Muaro Bungo Perlu Ditambah

×

Saniatul Lativa: Penerbangan ke Muaro Bungo Perlu Ditambah

Sebarkan artikel ini

PARLEMENTARIA.COM– Perkembangan Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi dan daerah sekitarnya begitu pesat. Karena itu, permintaan akan transportasi ke daerah ini termasuk melalui udara terus meningkat.

Sayangnya, sejak dioperasikan 18 Desember 2012, Bandara Muaro Bungo yang terletak sekitar 20 menit dari pusat kota kabupaten Bungo tersebut, penerbangan dari dan ke bandara sipil ini hanya dilakukan sekali sehari. Dan itu juga hanya dilakukan satu maskapai saja.

Karena itu, masyarakat Kabupaten Muaro Bungo dan sekitarnya berharap pihak berwenang memfasilitasi penerbangan tambahan ke Bandara setempat.

Itu dibenarkan anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, Saniatul Lativa. Wakil rakyat Dapil Provinsi Jambi tersebut membenarkan bahwa saat ini Bandara Muara Bungo hanya memiliki sekali jadwal penerbangan yakni Jakarta-Muaro Bungo menggunakan maskapai NAM Air.

Anggota fraksi Partai Golkar ini mengakui bahwa dirirnya banyak menerima keluhan dari masyarakat yang ada di Muara Bungo dan sekitarnya. Mereka mengharapkan tidak hanya satu maskapai saja yang melayani penerbangan ke Muara Bungo.

“Kalau hanya satu maskapai otomatis harga dimonopoli sehingga harga bisa melambung tinggi apalagi di saat-saat hari-hari besar seperti lebaran kemudian dan lain-lain,” ungkap perempuan kelahiran Surabaya, 13 Juni 1977 tersebut.

Sebagaimana disampaikan Bupati Muara Bungo, Mashuri bahwa jumlah penumpang dari Jakarta-Muara Bungo dan sebaliknya cukup tinggi, hal ini bisa dilihat dari penumpang maskapai yang sudah melayani penerbangan ke Muara Bungo hampir selalu penuh penumpang.

Disisi lain, Saniatul Lativa juga mengatakan, jika penerbangan ke Muara Bungo ditambah termasuk maskapainya, run way (landasan pacu) Bandara Muara Bungo harus diperpanjang, kelengkapan navigasi serta pendukung lainnya harus dilengkapi.

“Kita akan lihat dahulu anggarannya, untuk melengkapi itu semua, sejauh ini anggaran 2018 baru hanya untuk pelebaran apronnya saja, dimana pada saat ini apron Bandara Muara Bungo hanya untuk satu pesawat.”

Penambahan apron Bandara Muara Bungo ini sebagai persiapan jika ada penambahan maskapai yang mendarat di bandara ini. Karena itu. Lativa berharap, ke depan ada konektivitas antara Bandara Muara Bungo dengan daerah-daerah sekitarnya.

Jika menggunakan jalur darat akses dari Jambi ke wilayah lainnya seputar Jambi cukup lama dan sangat memakan waktu. “Jika sudah ada konektivitas maka laju pertumbuhan ekonomi daerah juga akan lebih cepat,” demikian Hj Saniatul Lativa Sukandar. (art)

 

Komentar