PARLEMENTARIA.COM– Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur optimis produksi musim tanam tahun ini mampu memenuhi 10.600 ton tembakau kering yang bakal dibeli akan pabrik rokok dalam negeri tahun ini.
“Kami optimis kebutuhan sejumlah pabrikan juga pengusaha tembakau 10.600 ton tembakau kering baik Virginia Voor Oogst (VO) maupun Jawa bisa tercukupi dari produksi tembakau tahun ini,” kata Kepala Bidang Tanaman Semusim Dinas Pertanian Bojonegoro, Imam Wahyudi di Bojonegoro, Senin (10/7).
Mengacu kebutuhan pabrikan dibutuhkan luas areal tanaman tembakau tahun ini Virginia VO 7.750 hektare, dan Jawa 83,33 hektare dan RAM 1.500 hektare. PT Sedana Arief Nusa Ngawi yang bermitra dengan petani juga menanam tembakau Virginia RAM 1.500 hektare.
Dalam program kemitraan itu, petani memperoleh benih tembakau juga biaya produksi dari PT Sedana Arief Nusa Ngawi yang akan melakukan pembelian tembakau petani.
Menurut dia, perkembangan tanaman tembakau Virginia RAM yang menjadi program kemitraan PT Sedana Arif Nusa Ngawi semakin berkembang luasnya dari tahun ke tahun.
“Areal tanaman tembakau Virginia RAM tidak hanya di wilayah barat, tetapi sekarang juga merambah wilayah selatan antara lain di Kecamatan Sugihwaras dan Kedungadem,” ucap dia.
Dikatakan, benih tembakau bersertifikasi yang sudah dibagikan secara gratis kepada petani melalui kelompok tani 28,12 kg dengan rincian tembakau Virginia VO jenis T-45 27,710 kg, K -326 (2,710kg) dan Jawa Grompol 700 gram. “PT Gudang Garam juga membagikan benih kepada petani. Namun, luasnya kami tidak tahu pasti.”
Dia sudah menginstruksikan semua petugas penyuluh lapangan untuk melakukan pendataan luas tanaman tembakau yang sudah ditanami pada musim tanam tahun ini. “Pekan ini kami akan mendata seluruh luas areal tanaman tembakau yang sudah tertanam.”
Tembakau Virginia VO maupun Jawa yang sudah tertatanam antara lain di Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Sugihwaras, Ngasem, Temayang, yang lokasinya di wilayah selatan dan sebagian di Kanor. “Masa tanam ideal terakhir sebenarnya akhir Juni. Kami masih mentolerir tanaman Juli sepanjang panen tidak terganggu hujan,” demikian Imam Wahyudi. (ant/art)






