JAKARTA – Hampir setiap hari DPR selalu kedatangan tamu. Seperti pada Selasa (07/02/2017), setidaknya ada dua kelompok masyarakat yang berkunjung ke DPR. Satunya murid Sekolah Dasar (SD) Cikal, Cilandak Jakarta dan satu lagi kelompok guru-guru tingkat Sekolah Menengah Atas yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran PPKN (Pendidikan dan Pancasila dan Kewarganegaraan) se Tangerang Selatan.
Murid SD Cikal Cilandak diterima oleh Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan didampingi Anggota Komisi IX DPR RI Ahmad Riski Sadig. Sedangkan kelompok guru-guru PPKN Tangerang Selatan diterima oleh Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Djaka Dwi Winarko yang didampingi Kepala Bagian Humas Dadang Prayitna.
Taufik Kurniawan dihadapan murid SD berbicara soal pendidikan politik. Sedangkan Djaka Dwi Winarko berbicara soal tiga tugas pokok DPR, yaitu bidang legislasi, penyusunan anggaran dan pengawasan, kini ditambah dengan peran diplomasi dan representasi.
Taufik menilai pendidikan politik kepada anak usia dini dirasa sangat penting. Namun, pemberian edukasi politik harus disesuaikan dengan kondisi dan usia anak. Suasana bermain atau kegiatan di sekolah, bisa menjadi salah satu pilihan dalam memberikan pemahaman politik kepada anak.
“Kita berharap, pendidikan politik usia dini disesuaikan dengan masanya. Kalau masih berusia Sekolah Dasar, kan tidak mungkin diberikan bobot pemahaman tentang DPR, akademik yang terlalu berat. Bisa dimunculkan melalui suasana permainan,” kata Taufik.
Politisi F-PAN itu menambahkan, penerapan kehidupan berdemokrasi di lingkungan sekolah, bisa melalui pemilihan calon ketua kelas. Kendati masih duduk di kelas 4, anak-anak bisa dilatih melalui pemilihan salah satu anggota kelas, untuk menjabat ketua kelas.
“Kita ambil contoh misalnya pada saat pemilihan calon ketua kelas. Ini menjadi proses-proses yan tidak usah terlalu substantif. Tapi iklim bermain menjadi salah satu masa dari anak-anak yang harusnya kita jangkau juga,” imbuh Taufik.
Taufik pun mencoba menerapkan hal itu kepada seluruh siswa SD Cikal yang hadir. Ia menawarkan kepada siswa untuk mencalonkan diri menjadi calon ketua kelas. Pencalonan tidak harus melalui dorongan teman-temannya, namun bisa juga melalui kemauan pribadi. Ada 12 siswa maju ke mimbar untuk memperkenalkan diri, sekaligus mencari pendukungnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Taufik pun memberikan materi tentang tugas dan fungsi DPR RI, sekaligus mengenai struktur Kementerian dan Lembaga Negara. Siswa-siswi sangat antusias dalam memberikan pertanyaan kepada Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan itu.
“Semoga, hal Ini menjadi salah satu proses pemahaman, untuk mewujudkan kecintaan berbangsa dan bernegara. Materi yang diberikan tidak terlalu berat, sehingga harapannya akan lebih memudahkan dalam memahami tugas dan fungsi DPR,” harap politisi asal dapil Jawa Tengah itu.
Sementara itu, Kepala Biro Pemberitaan Parlemen Djaka Dwi Winarko menjabarkan berbagai hal yang berkaitan dengan tugas DPR khususnya di era reformasi. Selain tiga tugas pokok bidang legislasi, penyusunan anggaran dan pengawasan, kini ditambah dengan peran diplomasi dan representasi.
Dia juga menceritakan sejarah perjalanan demokrasi di Indonesia, mekanisme pembuatan Undang-Undang (UU) mulai dari persiapan naskah akademik hingga ditetapkan dalam Prolegnas sebagai dasar pembahasan dengan Pemerintah.
Dia juga menjelaskan hak-hak anggota DPR hingga dinamika politik yang terjadi dalam suatu pembahasan hingga menjadi kebijakan nasional. Menurutnya, tugas seorang anggota parlemen adalah bicara sehingga wajar jika terlihat gaduh sebagai ekspresi DPR dalam menjalankan fungsi pengawasannya terhadap kebijakan pemerintah.
“Di DPR lah diperdebatkan ide-ide atau gagasan tentang bagaimana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bagaimana mengelola negara dengan baik,” tandas Djaka. (esa)






