JAKARTA– Seluruh anggota MPR RI harus selalu memposisikan diri sebagai seorang negarawan dan berpolitik kebangsaan demi terwujudnya cita-cita dalam berbangsa dan bernegara.
Itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang dalam pelantikan dan pengucapan sumpah janji dua anggota MPR Pergantian Antar Waktu (PAW) dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Senin (30/1). Hadir dalam pelantikan ini Wakil Ketua DPD GKR Ratu Hemas, Sekjen DPD Sudarsono Hardjosukarto dan Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono.
Dua anggota MPR RI PAW yang dilantik adalah Drs. A D Khaly (anggota DPD dari Gorontalo) menggantikan Hana Hasanah Fadel Muhammad dan Mamberob Yosephus Rumakiek SSi (anggota DPD Provinsi Papua Barat) menggantikan Abdullah Manary.
Menurut laki-laki yang akrab disapa OSO itu, Indonesia saat ini mengalami tantangan kebangsaan yang berat. “Ini dapat dilihat dari adanya tindakan main hakim sendiri maupun tindakan intoleransi yang makin marak di pelosok negeri.”
Karena itu, sebagai anggota dari lembaga yang memiliki kewenangan tertinggi, OSO mengingatkan kepada seluruh anggota MPR agar memosisikan diri sebagai seorang negarawan dan berpolitik kebangsaan demi terwujudnya cita-cita kita dalam berbangsa dan bernegara.
Dengan memposisikan sebagai negarawan yang berpolitik kebangsaan, OSO yakin berpolitik anggota MPR RI selalu berdasar kepada ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Berpolitik kita akan senantiasa berlandaskan pada UUD NRI Tahun 1945, serta harus bersemangatkan Bhinneka Tunggal Ika dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata senator dari Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Barat tersebut.
Dikatakan, tugas MPR adalah memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika yang dalam kegiatan MPR disebut Sosialisasi Empat Pilar MPR. “Saya berpesan agar melaksanakan sepenuh hati kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR,” kata dia.
Sosialisasi Empat Pilar MPR ini penting karena berdasarkan riset maupun hasil diskusi dari berbagai kalangan terjadinya kegaduhan politik maupun problematika kebangsaan kita salah satu pemicunya adalah memudarnya nilai-nilai kebangsaan kita. (art)






