Breaking News
DaerahHeadLine

Jaga Kebersihan Air Sungai, Pemkab Bayuwangi Pasang CCTV di Sejumlah Titik

×

Jaga Kebersihan Air Sungai, Pemkab Bayuwangi Pasang CCTV di Sejumlah Titik

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Untuk menghindari masyarakat tidak membuang sampah ke sungai dalam usaha menjaga kwalitas air tetap bersih, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur memasang kamera pengintai atau CCTV di sejumlah titik di tepi sungai.

Bupati Abdullah Azwar Anas yang dinilai salah satu kepala daerah terkratif di tanah air, Minggu (15/1) menjelaskan, untuk langkah awal, CCTV pertama diletakkan di Sungai Lo atau Kali Lo yang membelah Kota Banyuwangi. Empat CCTV dipasang di beberapa sudut Sungai Lo yang kini telah dipercantik dengan berbagai ornamen itu.

“Sudah sepekan ini Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian memasang CCTV. Kami pasang di beberapa titik, seperti di jembatan Kali Lo yang berada di Jalan Kapten Ilyas dan Jalan Kapten Piere Tendean, ” kata anggota Komisi V DPR RI 2004-2009 itu.

Dalam waktu dekat, kata dia, dipasang empat CCTV lagi di titik lainnya agar pemantauan lebih intensif. Pemasangan juga akan dilakukan di sungai lainnya. “Prioritasnya di Sungai Kalimati Muncar dan Sungai Rogojampi,” kata dia.

Dijelaskan, pemasangan CCTV ini sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi aktivitas masyarakat yang berpotensi mengotori sungai.

“Semua aktivitas bisa terlihat, mulai dari buang sampah sampai pembuangan limbah rumah tangga. Itu semua terpantau lewat kamera CCTV yang dipasang,” katanya.

Dikatakan, pembudayaan untuk menghargai sungai dilakukan lewat beragam cara. Selain telah digelar festival terkait sungai, pihaknya juga menyulap sungai menjadi lokasi wisata, hingga pemasangan kamera tersenyembunyi. “Biar orang malu kalau terekam. Yang membuang sampah akan ditegur dan diumumkan ke publik secara luas,” ujar Anas.

Kebersihan sungai, kata Anas, juga merupakan elemen penting dalam menunjang sektor pariwisata di Banyuwangi. “Kebersihan sungai juga ikut menentukan daya saing wisata karena wisatawan sangat menikmati daerah yang lingkungannya bersih.”

Apalagi, kata dia, di Pelabuhan Boom akan dijadikan kawasan marina atau dermaga kapal pesiar. “Sungai-sungai yang bermuara di Pantai Boom harus dijaga benar kebersihannya,” kata Anas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Banyuwangi, Husnul Chotimah mengatakan, Sungai Lo menjadi target utama penanganan karena sungai itu masuk kategori kelas empat atau sungai dengan kualitas air terendah yang hanya bisa dipergunakan untuk pertanian dan peternakan saja.

“Secara ekosistem, daya dukung dan daya tampung Sungai Lo menurun akibat buangan limbah domestik. Untuk itu, sungai ini menjadi prioritas yang kami garap untuk ditingkatkan kualitas airnya.”

Selama ini, masih ditemui warga yang membuang limbah domestik di sungai, mulai dari buang sampah rumah tangga hingga menjadi pembuangan industri rumah tangga tahu dan tempe. “Untuk pengolahan tahu dan tempe warga, Pemkab membangun IPAL,” kata Husnul.

Sedangkan untuk mengkontrol kualitas air sungai, Pemkab Banyuwangi menyiapkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang pengawasan sungai.

“Kita butuh SOP terkait pengawasan, pelaporan dan sanksinya yang nantinya akan diatur dalam Perbup yang kini masih dalam proses penggodokan,” ujar Husnul. (art/ant)

Komentar