Breaking News
HeadLinePeristiwa

Kemenlu Benarkan Ratusan Jemaah Umroh Indonesia Terlantar di Jeddah, Saudi Arabia

×

Kemenlu Benarkan Ratusan Jemaah Umroh Indonesia Terlantar di Jeddah, Saudi Arabia

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Untuk menghindari berulang terlantarnya jemaah umroh Indonesia akibat agen travel nakal atau abal-abal, pemerintah harus melakukan seleksi ulang dan mengawasi secara ketat travel umroh di tanah air.

Seperti diberitakan Sindonews, Jumat (6/1) ratusan jemaah umrah asal Indonesia telantar di Jeddah, Saudi Arabia karena bermasalah dengan agen travel. Dari jumlah itu, dikabarkan ada yang meninggal dunia.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia ketika dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut. Namun, perihal laporan korban meninggal, Kemenlu belum mengetahuinya dan masih mencari tahu kabar itu.

“Benar. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), konsuler dan staf teknis haji sedang menemui jemaah yang kembali ke hetel di Jeddah karena gagal terbang,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Konselor merangkap Koordinator Perlindungan Warga KJRI Jeddah, Dicky Yunus melalui pesan tertulisnya.

“Info ada yang meninggal akan kita cross check. Sebagian jemaah diinapkan di Roshan Hotel, Al Azhar Hotel, di Jeddah,” kata Dicky.

Dari Kementerian Agama (Kemenag) diperoleh informasi, total awal jemaah yang telantar di Jeddah 102 orang. Namun, sebagian memilih pulang dengan biaya sendiri. Mereka semestinya pulang ke Tanah Air 28 Desember lalu.

Selasa lalu, tiga jemaah pulang dengan biaya sendiri. Disusul lima jemaah lainnya hari berikutnya dan 14 jemaah menyusul pulang hari berikutnya.

Jumat (6/1), 14 jemaah dijadwalkan kembali ke tanah air. Dengan demikian, total masih ada 66 jemaah berada di Jeddah menunggu jadwal kepulangan.

Kasubdit Pembinaan Umrah Direktorat Pembinaan Haji dan Umrah, Arfi Hatim mengatakan, pihaknya sudah memanggil Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dan provider visa untuk memberikan penjelasan terkait permasalahan ini.

Dia juga mendesak kedua belah pihak segera menyelesaikan persoalan tersebut agar jemaah segera dipulangkan ke Tanah Air.

“Kami sudah memanggil dan mendesak pihak PPIU dan provider visa segera memulangkan jemaah. Kami memastikan jemaah tetap mendapatkan hak-haknya terutama terkait akomodasi dan kepastian jadwal pemulangan,” demikian Arfi Hatim. (art)

Komentar