[JAKARTA] Pemerintah belum mampu mengendalikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Buktinya, harga cabai belakangan ini melonjak tajam di sejumlah daerah di tanah air.
Informasi yang diterima Parlementaria.com, Kamis (5/1), harga cabai rawit di sejumlah wilayah yang ada di Provinsi Jawa Barat seperti di Kota Bandung berkisar Rp100.000-Rp120.000 per kilogram. Bahkan di kota Bangka, Provinsi Bangka Belitung, harga cabai rawit merah mencapai Rp 150.000 per kg.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Hening Widiatmoko membenarkan hal itu. Harga cabai rawit di sejumlah wilayah yang ada di Provinsi Jawa Barat seperti di Kota Bandung telah mencapai Rp100.000-Rp120.000 per kilogram.
“Memang harga cabai, khususnya cabai rawit di Jawa Barat dua bulan belakang ini cenderung naik. Jika dibandingkan daerah lainya yang bukan sentral produksi cabai, kenaikannya masih rendah. Di Kalimantan Timur sampai Rp250.000 per kilogram.”
Menurut dia, kenaikan harga cabai rawit di Provinsi Jawa Barat terjadi karena stok atau persediaan berkurang dan dampak dari musim hujan cukup panjang.
“Sulit untuk dicegah kenaikan harga karena stoknya berkurang. Beberapa daerah memang sudah tidak ada hujan dan mulai musim tanam (cabai) cuma baru dua tiga bulan ke depan bisa dipanen,” kata dia.
Dicontohkan, harga cabai rawit dari tingkat petani cabai di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rp60.000-75.000 per kilogram. “Dari petani saja sudah segitu, sampai di pasar, pasti harganya Rp90.000-100.000-an,” kata dia.
Salah seorang pedagang cabai di Pasar Kiara Condong Kota Bandung mengatakan, kenaikan harga cabai rawit berdampak kepada penjualan. “Sebelumnya harga bertahan dikisaran Rp 60.000- Rp80.000. Seminggu ini harganya naikRp 100.000-120.000.”
Dia berharap, harga cabai bisa segera kembali normal krena kebutuhan masyarakat akan cabai juga tidak begitu jauh dengan kebutuhan daging. (art)






