JAKARTA– Orang Minang adalah kelompok masyarakat yang gemar bersatu. Sejak dahulu kala, mereka tidak suka terpecah belah. Boleh dikatakan, tidak ada perkelahian antar kampung di ranah Minang.
Bukti lainnya, persatuan orang Minang di perantauan seperti di Jakarta. Orang Minang di Jakarta memiliki anggota hingga 2 juta jiwa, tapi bisa akur dan memiliki rasa persatuan yang besar.
“Saya bangga jadi bagian dari keluarga besar Minangkabau. Apalagi, leluhur saya adalah bagian dari orang-orang Minang yang ikut berjuang untuk bangsa dan negara. Mereka rela mati untuk memperjuangkan kemerdekaan,” ungkap Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang.
Itu dikatakan laki-laki yang akrab dipanggilan OSO tersebut saat ketika menyampaikan kata pembukaan sosialisasi Empat Pilar dalam acara Musyawarah Besar (Mubes) VI Gebu Minang di Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/12).
Orang Minang, ungkap OSO, merupakan masyarakat yang suka bergotong royong, gemar membantu satu dengan yang lain, terutama kepada saudara-saudaranya. Sikap masyarakat Minang seperti ini, menurut OSO, patut ditiru oleh masyarakat suku lainnya di Indonesia.
“Apalagi saat sekarang ini, dimana makin banyak orang asing yang iri kepada Indonesia. Bahkan mereka yang ingin merusak bangsa Indonesia agar bisa menguasai kekayaan alam dengan melakukan politik pecah belah,” kata senator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Provinsi Kalimantan Barat ini.
Karena itu, lanjut OSO, sikap kebersamaan dan persaudaraan yang dimilikk masyarakat Minang, patut ditiru. Indonesia menurut OSO, akan terbebas dari perpecahan, jika masyarakatnya terus memegang empat pilar.
“Makanya, MPR tak hentinya melakukan sosialisasi, ini penting untuk menghindarkan bangsa Indonesia dari perang saudara,” pungkas Oso yang kini menjabat Ketua Umum DPP Partai Hanura itu. (art)






