JAKARTA– Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT dan RW) memiliki fungsi baik untuk menangkal aksi teroroisme yang belakangan semakin marak terjadi di tanah air.
Hal itu dikatakan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor tiga, Sandiaga Uno menanggapi penangkapan calon pelaku aksi teror di Tangerang Selatan, Rabu (21/12) pagi dan Perumahan Bintara, Bekasi, beberapa waktu lalu.
“Kalau lihat pemerintahan provinsi (Pemprov) sekarangkan seakan-akan ingin memarjinalkan RT/RW. Padahal, RT dan RW itu yang paling baik untuk menangkal radikalisme, terorisme,” kata Sandiaga.
Para RT dan RW kenal lingkungan dan warganya, kalau ada orang yang dicurigai, pasti RT dan RW pertama yang mengetahui.
“Para RT/RW pasti yang paling pertama tahu, karena RT/RW mengurus warga semenjak lahir sampai wafat. Jadi dia tahu banget warganya siapa,” kata Sandiaga.
Mengenai Qlue yaitu aplikasi yang sengaja dibuat Pemprov DKI Jakarta untuk dijadikan sebagai sarana pengaduan masyarakat yang banyak ditolak oleh para RT dan RW, Sandiaga mengatakan, adanya penolakan Qlue karena komunikasi yang kurang baik.
“Saya akan perbaiki komunikasinya. Karena pemimpin yang sekarang ada masalah dengan komunikasi, tidak bisa berkomunikasi dengan santun,” kata Sandiaga.
Ini sebetulnya adalah bentuk sistem pelaporan sesuai dengan teknologi digital yang berkembang tapi tidak akan memotong dana operasional mereka dan Sandiaga akan memanusiakan mereka.
“Kita akan pastikan sosialisasinya baik dan akhirnya nanti mudah-mudahan penggunaan aplikasi itu menghasilkan insentif tambahan daripada operasional yang para RT dan RW terima,” kata Sandiaga.
Pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno (Anies-Sandi) yang diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan nomor urut tiga.
Selain itu, nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) diusung Partai Demokrat, PKB, PPP dan PAN. Kemudian, nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) diusung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Hanura dan Partai Golkar. (art)






