Breaking News
HeadLinePolhukam

Hidayat Nur Wahid: Umat Islam Punya Kontribusi Tanamkan Nasionalisme

×

Hidayat Nur Wahid: Umat Islam Punya Kontribusi Tanamkan Nasionalisme

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Jauh sebelum terbentuknya Boedi Oetomo 1928, umat Islam sudah mempunyai kontribusi besar menanamkan nasionalisme di nusantara.

“Mereka sudah menyuarakan nasionalisme melalui organisasi Islam. Keduanya adalah Syarekat Islam yang berdiri 1905 dan Jamiatul Khoir 1901,” kata Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid dalam sosialisasi Empat Pilar di Jakarta, seperti keterangan tertulis Humas MPR RI yang diterima Parlementaria.com, Senin (12/12) malam.

Dalam sosialisasi di Masjid Al Ikhlas, Pasar Minggu, Jakarta Selatan itu, politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, selain menumbuhkan nasionalisme, Jamiatul Khoir maupun Syarekat Islam juga memberi perhatian besar kepada masalah pendidikan dan kesejahteraan.

Anggota Jamiatul Khoir, kata Ketua MPR RI 2004-2009 tersebut, ikut mendirikan organisasi kemasyarakatan yang beberapa anggotanya adalah KH Ahmad Dahlan dan HOS Cokroaminoto.

“HOS Cokroaminoto ikut membidani Boedi Utomo. Sedang KH. Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Cokroaminoto merupakan guru yang mengajar Soekarno, sang Proklamator yang juga presiden pertama Indonesia,” kata Hidayat.

Karena itu, kata Hidayat, kontribusi umat Islam mendirikan Indonesia tidak bisa dipungkiri. Itu tampak jelas dari konferensi Islam yang digelar Jamiatul Khoir 1903. Salah satu hasilnya yaitu haram hukumnya Indonesia dijajah kaum kafir sehingga harus merdeka.

“Sejarah seperti ini harus dimengerti oleh generasi muda, agar mereka bisa menerapkannya di masa mendatang. Sebenarnya negara ini didirikan orang-orang punya nama besar. Mereka memiliki pendidikan tinggi di zamannya”, demikian Hidayat Nur Wahid. (art)

Komentar