Breaking News
HeadLineKesra

Harus Serius Kelola Tambak Garam

×

Harus Serius Kelola Tambak Garam

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Pengembangan tambak garam harus serius. Tidak hanya sebatas membuka lahan baru terus dibiarkan begitu saja, tetapi harus
dikelola dengan baik agar menghasilkan garam yang bisa bersaing
dengan produk serupa dari negara lain di dunia industri.

Hal itu disampaikan Deputi Sumber Daya Alam dan Jasa Kementerian Koordinator (Menko) Maritim, Agung Kuswandono setelah meninjau pengembangan tambak garam 385 hektare di Desa Bipolo, Kabupaten Kupang, (NTT) oleh PT Garam (Persero).

PT Garam saat ini mengembangkan potensi garam di Kabupaten Kupang
dalam rangka memenuhi kebutuhan garam nasional dan menekan angka
impor garam ke Indonesia. Tahun lalu, impor garam ke Indonesia mencapai 2,1 juta ton, sedangkan impor 2016 menjadi tiga juta ton.

Pemerintah melalui PT Garam berusaha untuk menekan impor. “Potensi
industri garam di Indonesia bagus. Karena itu, ke depannya pemerintah akan terus mendorong semua pihak yang ingin mengembangkan potensi garam, salah satunya di di NTT.”

Pengembangan garam yang dilakukan PT Garam di tambak garam Bipolo terlihat besar. Namun, jika dihitung secara skala nasional, luas lahan garam itu belum mencukupi kebutuhan dalam negeri dan termasuk menekan impor.

“Garis pantai kita kan sangat panjang, sehingga jika semua pesisirnya
dikembangkan menjadi lahan garam maka ke depan Indonesia tidak perlu lagi melakukan impor,” demikian Agung. (art)

Komentar