JAKARTA– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin, Provinsi Kalimantan Tengah bersama personol TNI dan polisi kesulitan memadamkan kebakaran lahan gambut di daerah itu.
Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan-Lahan (Karhutla) Kotawaringin Timur, Letnan Kolonel Infantri I Gde Putra Yasa, di Sampit, Sabtu (27/8) menyatakan, kebakaran lahan gambut terjadi di Kecamatan Pulau Hanaut dan Teluk Sampit. Pemadaman api terkendala sulitnya mendapatkan air dan kondisi medan yang sulit dijangkau.
Komandan Dandim 1015/Sampit itu menyatakan, pemadaman dilakukan hanya pada titik yang dapat dicapai, sedangkan lokasi kebakaran yang jauh dan sulit. “Kami juga telah meminta batuan helikopter pengebom air untuk memadamkan api,” kata dia.
Hari ini, pengeboman air di lahan gambut yang terbakar itu telah dilakukan 13 kali. Di dua kecamatan tersebut terpantau sedikitnya ada 12 titik panas masing-masing dua titik di Kecamatan Pulau Hanaut dan 10 titik di Kecamatan Teluk Sampit.
“Sepanjang Agustus 2016, sedikitnya ada 75 titik panas yang terpantau dan jumlah itu di 17 kecamatan yang ada di wilayah Kotawaringin Timur,” demikian I Gde Putra Yasa. (art)






