JAKARTA– Pihak asing mengintervensi Indonesia dengan cara meracuni anak bangsa melalui narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba). Barang haram tersebut mereka pasok ke Indonesia dengan tujuan anak bangsa ini menjadi bodoh dan penakut sehingga mereka menguasai kekayaan alam negeri ini untuk kemakmuran rakyatnya.
Untunglah, kata Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang dalam acara Silaturahmi Akbar warga Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatera Barat 2016 di Gedung Serba Guna Pertamina, Simpruk, Jakarta Selatan, Minggu (14/8), Indonesia terselamatkan karena bangsa ini masih mempunyai pertahanan yakni Panca Sila.
Silaturahmi Akbar dihadiri lebih dari 3.000 perantau Nagari Sulit Air dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Banten, Lampung, Riau, Yogjakarta, Surabaya, Makasar, Jakarta serta Johor Bahru, Kuala Lumpur, Negeri Sembilan (Malaysia), Sidney, Perth, Darwin, Brisbane, (Australia) dan Amerika Serikat.
Pada acara yang direncanakan digelar setiap tahun ini selain Oesman Sapta Odang yang akrab dengan panggilan OSO, juga hadir sejumlah tokoh masyarakat Sulit Air di perantauan termasuk sejumlah anggota DPRD, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan H Prim Haryadi SH, MM, , Bupati Solok H Gusmal SE MM,
Selain Panca Sila juga ada Pilar MPR yaitu UUDNRI 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Untuk itu, Oesman Sapta mengajak seluruh hadirin menghayati dan mengamalkan sila-sila yang ada dalam panca sila. “Mari kita hayati dan amalkan empat pilar sebagai pertahanan terakhir.”
Dikatakan, hari ini adalah hari kebangkitan nagari Sulit Air. Jadi, tidak heran kalau Oesman Sapta menggelorakan bagi warga Sulit Air. “Sulit Air”, teriak Oesman Sapta. “Bangkit,” jawab warga yang hadir secara serempak
Dalam kesempatan itu Oesman Sapta menyamapaikan aspirasi dari masyarakat termasuk pengurus Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) bahwa perlu dibangun jalan ke Sulit Air agar bisa dilalui peserta Tour de Singkarak berikutnya.
Tour de Singkarak merupakan lomba balap sepeda bertaraf internasional yang menjadi kalender tahunan Federasi Balap Sepeda Internasional (ICU). Tour de Singkarakan diikuti lebih 100 pembalap yang tergabung dalam 23 tim dari8 19 negara antara lain Philipina, Iran, Australia, Malysia, Singapura dan Brunai Darussalam.
“Jalan ke Sulit Air harus menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Kabupaten Solok agar negeri ini bisa menjadi objek turis atau wisata berduyun-duyun datang ke Sulit Air untuk melihat gunung merah putih.”
Oesman Sapta juga mengingatkan bahwa kita harus banyak bekerja. “Jangan banyak omong dan harus saling tolong menolong. Saya tahu bahwa warga Sulit Air rajin, suka berjuang dan gotong royong,” demikian Oesman Sapta Odang. (art)






