AKARTA– Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mentargetkan tahun depan volume ekspor mobil Indonesia ke mancanegara naik 10 persen. Tahun ini ekspor mobil Indonesia tercatat 200 unit.
Target itu didorong dengan kebijakan pemerintah menciptakan iklim investasi yang kondusif dan semakin agresifnya para prinsipal memproduksi kendaraan global.
“Saya optimistis karena pemerintah dan pelaku industri otomotif di dalam negeri bertekad mewujudkan Indonesia menjadi basis produksi industri kendaraan bermotor serta komponennya di ASEAN bahkan dunia,” tegas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat siaran persyang diterima Parlementaria.com, Minggu (14/8).
Untuk mendongkrak pasar ekspor, Kemenperin terus berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina terkait pembahasan tentang peningkatan standar emisi dari Euro2 ke Euro4.
“Kami minta supaya Pertamina sudah bisa menyiapkan (suplai bahan bakar yang mendukung standar emisi tinggi) dengan target tahun 2019 atau 2020. Saat ini Pertamina sudah menyiapkan kilang.”
Kemenperin serius mengkaji tentang pemberlakuan standar Euro4, karena selain bermanfaat dari sisi lingkungan, juga berdampak ke industri.
“Pelaku industri otomotif di dalam negeri diminta agar memprioritaskan produksi kendaraan yang ramah lingkungan sehingga memenuhi standar emisi kendaraan Euro4. Kami juga tengah menyiapkan roadmap karena penerapan Euro4 itu bagus dampaknya terhadap lingkungan,” tuturnya.
Solusi lainnya meningkatkan ekspor, para prinsipal perlu memperbanyak produksi kendaraan yang diminati pasar global saat ini seperti tipe sedan dan SUV. “Selama ini di Indonesia lebih banyak memproduksi model MPV.”
Ia juga meminta pelaku industri otomotif nasional memperdalam struktur industrinya melalui peningkatan kemampuan industri komponen. “Pasar dalam negeri yang terus berkembang menjadi pendorong pelaku usaha untuk mengembangkan produknya sehingga menumbuhkan industri komponen guna memperdalam struktur industri otomotif nasional.”
Pihaknya aktif memacu daya saing industri otomotif nasional melalui peningkatan kemampuan SDM, manajemen industri serta peningkatan penguasaan teknologi dan R&D industriotomotif.
“Keberadaan industri otomotif dipandang sebagai salah satu sektor yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” demikian Airlangga Hartarto. (art)






