Breaking News
Ekonomi

Monopoli, Rusia Denda Google

×

Monopoli, Rusia Denda Google

Sebarkan artikel ini
People are silhouetted as they pose with laptops in front of a screen projected with a Google logo, in this picture illustration taken in Zenica October 29, 2014. REUTERS/Dado Ruvic

JAKARTA– Otoritas antimonopoli Rusia menjatuhkan denda 438 juta rubel atau sekitar Rp88 miliar kepada Google setelah itu terbukti menyalahgunakan posisi dominannya di pasar dengan memaksa para pembuat telepon pintar memasang mesin pencarinya di Android.

Dikatakan, September tahun lalu Google melanggar undang-undang ‘perlindungan persaingan’ setelah penyelidikan menyusul pengaduan dari mesin pencari terbesar Rusia, Yandex.

Yandex meminta otoritas antimonopoli mencegah pengemasan secara otomatis telepon Android dengan mesin pencari Google. Federal Antimonopoly Service (FAS) menyatakan Google punya waktu dua bulan untuk membayar denda itu.
Kepala departemen yang mengatur komunikasi dan teknologi informasi di FAS, Yelena Zayeva mengatakan, putusan itu akan memungkinkan persaingan di pasar perangkat lunak seluler di Rusia berkembang, yang akan berdampak positif bagi konsumen. Perusahaan yang produksinya dijual di Rusia harus menaati undang-undang persaingan.

Google mengatakan, telah menerima pemberitahuan mengenai denda dari FAS dan akan menganalisisnya sebelum memutuskan langkah kami berikutnya.

Sistem operasi Android dari raksasa teknologi itu memang mendominasi pasar telepon pintar dengan pangsa sekitar 80 persen, yang memungkinkan Google menawarkan layanan pencarian dan yang lainnya kepada pengguna.

Otoritas anti monopoli Rusia sudah konsultasi dengan Google untuk mencapai kesepaktan damai. Namun, membutuhkan pengakuan bahwa perusahaan itu bersalah. Google berkukuh konsumen bebas memilih untuk menggunakan layanan-layanannya.

Perusahaan teknologi itu juga menghadapi tuduhan serupa di beberapa negara lain, khususnya Uni Eropa, yang mengajukan tiga kasus melawan Google, salah satunya khusus tentang pemanfaatan dominansi sistem operasi Android pada telepon genggam untuk membatasi kompetisi. (art)

Komentar