JAKARTA– Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengembangkan prototipe kendaraan pedesaan yang pengerjaannya diserahkan kepada para siswa di SMKN 2 Klaten, Jateng.
“Mobil pedesaan ini kami yang desain. Nanti sifatproduksinya bukan mass production tapi job order,” kata Menperin, Airlangga Hartarto melalui siaran pers yang diterima Parlementaria.com, Sabtu (13/8)
Pengembangan mobil pedesaan ini dimulai dari merancang, membuat standar spesifikasi hingga varianproduknya. Variannya disesuaikan dengan kontur pedesaan masing-masing.
Pengembangan mobil pedesaan yang dilakukan anak bangsa ini ditargetkan menggunakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 90 persen. “Mengenai mesin, menggandengperusahaan yang sudah handal. Saat ini kami sedang cari ‘bapak angkat’ yang bisa kerjasama mengenai mesin dan transmisinya,” kata Airlangga.
Kemenperin juga tengah memproses pendaftaran hak paten untuk mobil pedesaan ini. “Setahun ini kita harapkan bisa selesai semua, kalau hak paten sendiri kita harapkan bisa secepatnya.”
Kemenperin telah memfasilitasi pembentukan sentra otomotif di Jawa Tengah sebagai pusat pengembangan desain dan prototipe kendaraan pedesaan dengan tujuan mewujudkan kemandirian industri dalam negeri.
Saat ini, sentra otomotif di Jawa Tengah difasilitasi sebagai project percontohan, yakni pusat desain dan prototyping bodi SMK 2 Klaten, pusat desain dan prototyping kendaraan di SMK 2 Solo, pusat desain dan pengujian kendaraan di Solo Techno Park.
Dijelaskan, kendaraan multiguna yang digunakan di pedesaan berfungsi sebagai alat angkut dan mengolah hasil pertanian, perkebunan yang dapat disesuaikan dengan daerah penghasil. “Kendaraan multiguna ini dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dipedesaan, khususnya pada sektor pertanian, industri kecil dan menengah,” kata politisi Golkar ini.
Menurut Airlangga, peluang pasar kendaraan pedesaan, cukup besar dengan segmen di bawah1000 cc. “Kami tengah melakukan pengkajian pasar dan hingga saat ini terus berkoordinasi dengan Kementan serta pemda untuk penggunaan mobil pedesaan ini.”
Langkah lainnya, Kemenperin telah memfasilitasi pembentukan Institut Otomotif Indonesia (IOI) menjadi mitra strategis dalam upaya membantu penyempurnaan dan desain produk menuju produksi termasuk penyiapan program layanan purna jual sehingga mobil pedesaan ini siap untuk digunakan di masyarakat,” kata dia.
Kemenperin juga menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi seperti Badan Pengkajian dan PenerapanTeknologi (BPPT) dan perguruan tinggi seperti ITB, ITS, Universitas Negeri Semarang dan Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).
“Kemenperin melakukan pembinaan kepada industri komponen otomotif untuk mendukung supply komponen mobil pedesaan ini. Sumber Daya Manusia (SDM) industri disiapkan menjadi pelaku industri otomotif yang mandiri melalui program pelatihan vokasi.” demikian Airlangga Hartarto. (art)






