Breaking News
HeadLineOlahraga

Pasca KLB, PSSI Perlu Dipimpin Militer

×

Pasca KLB, PSSI Perlu Dipimpin Militer

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Persatuan Sepakbola Indonesia untuk beberapa tahun ke depan perlu dipimpin figur militer. Hal itu bertujuan untuk membentuk pondasi yang kuat persepakbolaan Indonesia pasca dicabutnya pembekuan PSSI oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrowi beberapa waktu lalu.

Itu dikatakan Sekjen Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Heru Nugroho di Jakarta pekan ini. “Keterlibatan calon ketua umum PSSI dari latar belakang militer seperti Edy Rahmayadi dan dan Purnawirawan TNI Moeldoko bukan hanya untuk memberikan ketegasan, tetapi juga agar ada perubahan dan perbaikan organisasi di PSSI khususnya pondasi bagi kemajuan sepak bola Indonesia,” kata Heru

Ya, memang pasca Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Mercur Jakarta 3 Agustus 2016 sejumlah bakal calon ketua umum PSSI bermunculan. Dari deretan bakal calon itu, ada nama yakni Letjen TNI Edy Rahmayadi dan Moeldoko.

Edy yang saat ini memangku jabatan Pangkostrad diinisiasi Kelompok 85
dengan beranggotakan lebih dari 90 pemilik suara sah di PSSI. Sedangkan calon lainnya adalah mantan Panglima TNI Moeldoko yang.

Meski mendukung PSSI pasca KLB ini dipimpin figur militer. Namun, Heru tidak setuju kepemimpinannya terlalu lama. Kepemimpinan militer di PSSI idealnya hanya satu atau dua tahun.

Paling lama satu periode dan tugas utama fugur milter ini hanya untuk memperbaiki dan menyusun sistem sepak bola yang lebih baik. “Paling satu atau dua tahun saja. Selanjutnya bisa dikembalikan ke sipil.”

Untuk mencari figur Ketua Umum PSSI pasca pembekuan oleh Menpora, induk organisasi sepakbola di tanah air ini telah membuka pendaftaran, namun persoalan teknis pencalonan belum rampung.

Pemilihan dilakukan dalam kongres 17 Oktober mendatang. Selain kedua figur tadi, calon lain adalah CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono dan Dirut PT Persib Bandung Bermartabat Glenn Sugita.

Keterlibatan militer dalam induk keolahragaan nasional memang tak asing termasuk PSSI. Dalam sejarahnya PSSI cukup banyak dipimpin TNI maupun Purnawirawan TNI. Sebut saja Maulwi Saelan, Bardasono, Ali Sadikin, Kardono, Azwar Anas dan Agum Gumelar.

Bahkan Kardono yang sempat dua periode memimpin PSSI berhasil mengantar sepakbola meraih emas pesta olahraga se Asia Tenggara, SEA Games yakni di Jakarta 1987 dan di Manila Philipina 1991. Agum Gumelar memimpin PSSI 1999 sampai 2003. Agum juga sempat menjadi Ketua Normalisasi PSSI ketika kericuhan akibat dualisme kepengurusan di federasi nasional tersebut pada 2011. (art)

Komentar