JAKARTA– Ratusan ribu pengguna jasa kereta (commuter) London dan Southern, Senin (8/8) waktu setempat menderita. Mereka terlantar karena para pekerja angkutan massal mogok kerja. Aksi itu mereka rencanakan sampai lima hari ke depan.
Mogok karyawan kereta api itu hanya soal sepele yakni mengenai siapa yang membuka dan menutup pintu kereta api. Southern yang mengoperasikan jaringan kereta dengan tujuan Brighton dan Bandara Gatwick mengaku hanya 60 persen pekerjanya yang akan beroperasi selama seminggu penuh mogok kerja itu.
Ini adalah mogok kerja terlama di Inggris dalam kurun hampir 50 tahun. Bahkan beberapa jaringan kereta sama sekali tidak akan beroperasi di beberapa rute.
Perselisihan yang memicu mogok kerja tersebut berpangkal kepada peran kondektur, staf yang saat ini bertanggung jawab membuka dan menutup pintu kereta.
Serikat buruh RMT yang merupakan paling militan di negeri Ratu Elibaeth tersebut menuduh Southern ingin memperluas penggunaan kereta yang hanya berawak masinis sehingga menggurangi peran keamanan yang diberikan para kondektur. (art)






