Breaking News
DaerahHeadLine

Gunung Dukono Semburkan Abu Vulkanik, Bandara Gamarmalamo Dua Hari Ditutup

×

Gunung Dukono Semburkan Abu Vulkanik, Bandara Gamarmalamo Dua Hari Ditutup

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara menyemburkan abu vulkanik ke udara, Senin (8/8). Akibatnya, Bandara Gamarmalamo Galela di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara (Malut), ditutup karena tidak bisa didarati

“Bandara masih ditutup nanti kita lihat apakah bisa didarati atau tidak. Abu Vulkanik tersebut berbahaya buat penerbangan,” kata \Kepala Bandara Gamarmalamo Galela, Anang Supri ketika dihubungi dari Ternate, Selasa (9/8).

Dikatakan, erupsi abu vulkanik Gunung Dukono sudah mengarah ke arah utara mendekati Bandara Gamarmalamo Galela, sehingga perlu dilakukan penutupan demi keamanan.

Pihaknya bakal melakukan pengecekan dan bila nanti situasi sudah kondusif, bandara bisa saja dibuka. “Begitu juga sebaliknya, kalau masih hujan abu vulkanik maka bisa diperpanjang penutupannya, tergantung situasi.”

Bandara Gamarmalamo Galela, didarati pesawat dari maskapai Wings Air dengan membuka rute penerbangan Manado-Galela dan sebaliknya Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu. Pesawat dari rute Manado-Galela berangkat pada pukul 13.00, sedangkan rute Galela-Manado dijadwalkan berangkat pukul 15.35.

Gunung Dukono di Halmahera Utara mengeluarkan abu vulkanik setinggi 600-900 meter dari kawah, senin pukul 13.00 Wit dengan aktivitas gempa tremor terus menerus 26 milimeter.

Sementara itu, Kepala Pos Pemantau Gunung Dukono, Iwan Amat mengatakan, semburan abu vulkanik Gunung Dukono yang berwarna putih hingga kelabu condong ke arah barat laut dan penyebaran abu sampai ke pesisir Galela dan bisa saja sampai ke Morotai tergantung tiupan angin.

Aktivitas gunung berapi itu juga ditandai dengan peningkatan kegempaan, dengan adanya gempa hembusan dan gempa tremor, bahkan peningkatan aktivitas vulkanik terjadi sejak dua hari lalu.

Sesuai ketentuan sudah disampaikan larangan bagi warga untuk melakukan kegiatan di radius 2 km dari puncak gunung. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tidak mendekati gunung di radius 2 kilometer dan menggunakan masker apabila keluar rumah.”

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, telah membagikan masker kepada warga yang terkena dampak abu vulkanik.

Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Hernefer Tjandua membenarkan dampak abu gunung juga dirasakan di Kecamatan Tobelo Utara dan kecamatan Galela.

Menurut Hernefer, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Halut telah membagikan masker kepada masyarakat yang wilayahnya terkena dampak abu gunung.

“TRC masih melakukan pembagian masker Sementara distribusi masker dan belum bisa dipastikan berapa jumlahnya pasalnya masih dilakukan pemberian bantuan masker,” demikian Hernefer Tjandua. (art)

Komentar