JAKARTA– Untuk mendapatkan akses permodalan, para wakil rakyat mendorong kalangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) membentuk koperasi.
“Saya mendorong para pelaku UMKM untuk membentuk koperasi agar memudahkan mendapatkan modal melalui pinjaman lunak,” kata anggota DPR RI, Juliari P Batubara di Kecamatan Ngaliyen, Semarang akhir pekan ini.
“Permodalan selama ini kerap menjadi kendala teman-teman UMKM. Padahal, akses permodalan sebenarnya cukup banyak, seperti lewat kredit usaha rakyat (KUR),” katanya di Semarang, Sabtu.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah I meliputi Kota dan Kabupaten Semarang, Salatiga serta Kendal itu mengaku bahwa permasalahan permodalan buat UMKM selalu menjadi pertanyaan masyarakat dalam setiap kegiatan serap aspirasi masyarakat atau reses yang dilakukannnya ke konstituen.
Dijelaskan, permodalan juga bisa diakses melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM), perbankan, termasuk pemerintah daerah setempat.
Namun, permodalan juga kerap kali terkendala agunan, sementara para pelaku UMKM tidak cukup agunan untuk mendapatkan modal.
“Teman-teman UMKM harus aktif mencari modal. Tetapi, harus berbentuk badan hukum. Perorangan, ya, bisa, namun harus ke bank dengan persyaratan agunan itu tadi.”
Dari pemerintah daerah, anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi industri, perdagangan, dan koperasi itu, hampir semua sudah menganggarkan meski dari besaran anggaran tetap tidak mencukupi.
“Soal itu, pasti tidak cukup. Namun, dengan anggaran yang ada hampir semua pemda sudah menganggarkan modal UMKM. Di luar itu kan bisa juga melalui koperasi,” kata dia.
Dia menyayangkan banyak koperasi yang mati suri karena tidak bisa dibantu pemerintah, padahal keberadaan koperasi membantu pengembangan sektor UMKM yang ada.
Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, UMKM bisa mengakses modal melalui Dinas Koperasi dengan bunga rendah, yakni 7 persen.
“Dari badan usaha milik daerah (BUMD), Pemerintah Kota Semarang juga punya Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Pasar yang juga bisa menyalurkan pinjaman lunak.” (art)






