JAKARTA– Pengadilan Turki di Istambul pekan ini mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Fethullah Gulen yang tinggal Pennsylvania, Amerika Serikat.
Ulama yang menetap di negara Paman Sam itu dituding mendalangi kudeta berdarah untuk menggulingan pemerintahan Turki dibawah pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Menurut laporan kantor berita Turki, Anadolu. surat perintah itu menuduh Gulen memerintahkan kudeta 15 Juli. Namun, Gulen telah membantah keterlibatan dirirnya dalam upaya kudeta. Gulen mengaku, gerakan yang dia pimpin adalah jaringan amal yang mempromosikan Islam toleran.
Sebelumnya pihak berwenang di Turki juga mengeluarkan surat perintah penangkapan Gulen dengan tuduhan mendirikan sekaligus memimpin ‘organisasi teroris bersenjata’. Organisasi ini melakukan intimidasi dan merampas kebebasan seseorang.
Ankara berulang kali meminta AS untuk mengekstradisi Gulen. Bahkan sudah mengirimkan dua set dokumen ke Washington sejak upaya kudeta yang gagal sebagai bukti keterlibatannya Gulen dalam upaya pemberontakan itu.
Pertengahan Juli lalu militer berusaha mengambil alih kekuasaan negara dengan melancarkan serangan ke parlemen dan istana kepresidenan. Sedikitnya 238 orang tewas dan lebih 2.200 terluka setelah orang-orang turun ke jalan dan lapangan untuk menentang upaya kudeta.
Sejak itu ribuan orang digeser dari posisi mereka di kehakiman, kepolisian, militer karena dituduh terlibat gerakan kudeta sementara 18.000 orang telah ditahan, demikian seperti dilansir kantor berita AFP. (art)






