JAKARTA– Juara bertahan Pishgaman Cycling Team (Iran) mulai hari ini bersaing dengan 18 tim lainnya dari dari 24 negara memperebutkan posisi terhormat beregu dan perorangan Lomba Balap Sepeda Tour de Singkarak 2016.
Lomba kali ini peserta menempuh rute 1074 kilometer melewati 18 kabupaten kota di Sumatera Barat dengan jalan penuh dengan tanjakan dan turunan. Mereka menempuh daerah persawahan, perkebunan, hutan dan sejumlah tempat wisata.
Lomba satu-satunya yang masuk kegiatan federasi balap sepeda internasional (UCI) di Indonesia ini di buka Menteri Parawisata (Menpar), Arief Yahya di Dermaga Singkarak Kabupaten Solok, Sumatera Barat, semalam.
Hadir dalam acara itu Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ketua Penyelenggara Tour de Singkarak 2016 Esthy Reko Astuty, Cheff of Commissaire UCI John Mcdonnel serta Bupati Kabupaten Solok Gusmal SE Wakil Ketua Umum PB ISSI, Engkos Sadrah.
Menurut Arief, Tour de Singkarak bagian dari sport tourism yang terus dibangun. Apalagi pariwisata ditargetkan menjadi penyumbang devisi terbesar buat negara dalam beberapa tahun kedepan. Target itu akan tercapai jika semua pihak saling memberikan dukungan.
Tour de Singkarak menjadi andalan dari Kementerian Pariwisata dalam upaya mendongkrak sport tourism di Indonesia meski saat ini sudah muncul kegiatan serupa diberbagai daerah seperti Tour de Banyuwangi Ijen dan Tour de Flores yang baru saja berlangsung.
Kegiatan ini juga dijadikan pemerintah daerah yang dilewati peserta lomba balapan terbesar di Asia ini sebagai media untuk menunjang pembangunan sarana dan prasarana mulai dari jalan hingga hotel yangmendukung pariwisata.
“Tour de Singkarak berdampak pada masyarakat karena lomba ini juga sebagai media untuk mengenalkan pariwisata di Sumatera Barat. Karena itu kegiatanya ini harus dipertahankan. Banyak daerah meniru kegiatan ini,” kata Irwan Prayitno.
Lomba yang masuk kategori 2.2 mengambil start di ikon kejuaraan yaitu Danau Singkarak. Tahap pertama Singkarak-Payakumbuh (95,8 km). Etape kedua Limapuluh Kota-Tanah Datar (119,5 km), Pasaman Timur-Pasaman Barat (123,1 km), Padang Panjang-Agam (151,6 km), Pesisir Selatan-Pariaman (153,1 km), Pariaman-Sawahlunto (151,1 km), Sijunjung-Dharmasraya (133,8 km) dan Bukittinggi-Padang (145,9 km).
Dalam perjalanan, pebalap disuguhkan dengan wisata alam yang berbeda-beda. Bahkan juga akan disuguhkan wisata budaya yang cukup melegenda seperti rumah Gadang hingga kesenian khas lainnya seperti gendang tasa. (art)






