Breaking News
HeadLinePeristiwa

Jet Denmark Jatuhkan Bom, Menlu Levrov-Kerry Bahas Perang di Suriah

×

Jet Denmark Jatuhkan Bom, Menlu Levrov-Kerry Bahas Perang di Suriah

Sebarkan artikel ini

JAKARTA– Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov melalui telepon kepada Menteri Luar Negeri AS John Kerry pekan ini mengatakan, perang melawan kelompok ekstremis di Suriah harus ditingkatkan karena mereka menggunakan gas beracun terhadap warga sipil.

Dalam pembicaraan itu, Lavrov-Kerry membahas konflik Suriah
Kedua Menlu berbicara sehari setelah Moskow mengkritik tajam perilaku AS di Suriah.

“Rusia menuduh Washington mendukung pemberontak Suriah yang menggunakan gas racun terhadap warga sipil dan membunuh ratusan orang melalui serangan udara,” lapor Reuters.

Sementaradari Kopenhagen dilaporkan, pesawat tempur Denmark membom Suriah untuk pertama kalisaat negeri itu memperpanjang upaya memerangi kelompok bersenjata ISIS dari negara tetangga Suriah, Irak.

“Empat jet F-16 membom kota kubu milisi di Raqqa, menargetkan fasilitas komando dan pengawasan, gudang senjata dan personil musuh,” kata Komando Pertahanan Denmark.

Denmark bagian dari operasi pimpinan AS terhadap kelompok ISIS yang telah menyatakan kekhalifahan di sebagian Irak dan Suriah.

Kepala Misi Angkatan Udara Denmark, Jan Dam mengatakan bahwa pemboman itu merupakan ‘kontribusi penting’ pada tugas koalisi. “Denmark telah menerbangkan 67 misi dan menjatuhkan 93 bom di kedua negara sejak mengirimkan pasukan pertengahan Juni lalu.”

Ditengah usaha pasukan NATO pimpinan AS memerangi kelompok radikal ini, militan ISIS menangkap lebih dari tiga ribu warga desa Irak yang melarikan diri. Dari jumlah itu, 12 orang dibunuh,” kata Badan Pengungsi PBB (UNHCR) dalam laporan harian menyangkut keadaan terakhir di Irak.

Laporan itu selaras dengan pernyataan Badan Pemerhati Hak Asasi Manusia Irak (IOHR) yang mengatakan, lebih 1.900 warga ditangkap 100-120 militan ISIS. Kelompok ini kerap menggunakan manusia sebagai perisai untuk menahan serangan pasukan keamanan Irak.

“UNHCR menerima laporan, ISIS menangkap lebih 3.000 orang yang terusir dari Kirkuk. Pengungsi itu berupaya melarikan diri dari Kota Kirkuk,” kata UNHCR.

ISIS banyak menguasai wilayah Irak dan Suriah 2014. Perang di Irak mengusir 3,4 juta penduduk dari IrakJuli 2016. Kini ISIS telah terusir dari sejumlah kota, tetapi kelompok ini masih mengendalikan kota Mosul (Irak) dan Raqqa (Suriah).

Bulan lalu, PBB mengusulkan bantuan kemanusiaan untuk menanggulangi dampak serangan di Mosul 284 juta dolar AS, bahkan kemungkinan lebih dari 1,8 miliar dolar AS. “Usul itu belum mendapat tanggapan,” kata Lembaga Keuangan PBB (FTS).

UNHCR mulai membangun kamp untuk 6.000 pengungsi di Mosul dan menyiapkan bangunan lain untuk 15.000 orang di bagian barat laut kota.

Puluhan ribu orang yang melarikan diri dari Falluja belum kembali sejak ditangkap ISIS Juni silam. “Bahkan, tiga relawan yang membantu membersihkan isi kota dari puing dan bahan peledak tewas saat memasuki sebuah rumah awal Agustus lalu.”

“Pemerintah Irak melaporkan 300.000 pengungsi telah kembali ke Ramadi sejak dirampas kembali dari penguasaan ISIS Desember lalu,” demikian Reuters. (art)

Komentar