JAKARTA– Gunung Api Gamalama masih batuk dan menyemburkan hujan abu ke beberapa wilayah. Akibatnya, aktivitas penerbangan di Bandara Babullah belum dapat dilakukan.
“Otoritas Bandara Babullah di Ternate memperpanjang penutupan bandara yang menjadi pintu masuk ke kota Ternate. Sampai Jumat(5/8) siang tidak ada pesawat yang mendarat maupun mengudara di Bnadara Babullah,” kata Kepala Pusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.
Informasi dari Pos Pengamatan Gunung Gamalama PVMBG, hembusan abu keluar dari kawah puncak bagian timur menuruni lereng timur. “Dari pengukuran seismik tidak terekam adanya gempa-gempa vulkanik yang menunjukkan embusan abu ini merupakan pelepasan tekanan dari energi sisa erupsi sehari sebelumnya.”
Erupsi Gunung Gamalama, kata dia, menyebabkan hujan abu di beberapa kelurahan di Kota Ternate, seperti Kelurahan Salero, Soa Sio, Sangaji, Dufa-Dufa, dan beberapa kelurahan di Kecamatan Ternate Tengah.
“Masyarakat belum perlu mengungsi. Masyarakat di sekitar Gunung Gamalama dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati kawah yang ada di puncak Gunung Gamalama dalam radius 1,5 kilometer,” kata Sutopo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, BPBD Ternate dan unsur pemerintah daerah, memberikan bantuan masker.
“Total 10.000 lembar masker sudah dibagikan kepada masyarakat. Mobil-mobil tangki dikerahkan untuk menyemprot jalan dan bandara agar tidak tertutup abu vulkanis,” Sutopo Purwo Nugroho. (art)






