JAKARTA– Kontingen olahraga Indonesia tidak mau terganggu dan
direpotkan dengan acara pembukaan Olimpiade Rio Janeiro, Brazil
yang dilakukan akhir pekan ini.
Mereka berkonsentrasi bagaimana memenangkan pertandingan
atau lomba demi harumnya nama bangsa dan negara di percaturan
olahraga tingkat dunia. Untuk itu, pimpinan kontingen Merah-Putih
memutuskan tidak semua atlet ikut defile pembukaan.
Itu dikatakan Ketua Kontingen Olahraga Indonesia ke Olimpiade Rio
Janeiro, Raja Sapta Oktohari. “Pastinya yang ikut defile dua dari
cabang atletik dan dua renang,” kata Raja di perkampungan atlet
Indonesia di Rio de Janeiro, Kamis (4/8) WIB.
Atlet cabang lain sudah punya program latihan yang ketat sehingga
boleh diganggu karena dapat berpengaruh dengan kesiapannya
menghadapi pertandingan.
Misalnya cabang angkat besi, pagi hari setelah pembukaan harus
bertanding. Demikian juga atlet-atlet panahan yang membutuhkan
konsentrasi penuh, sudah memulai kualifikasi sebelum pembukaan.
Demikian juga cabang dayung, dimana Memo dan Dewi Yuliawati
sudah bertanding keesokan harinya, sedangkan bulu tangkis masih
latihan di Sao Paolo dan bergabung di Rio de Janeiro 7 Agustus.
“Defile memang penting, ungkap putra Wakil Ketua MPR RI, Oesman
Sapta Odang ini, tetapi mengamankan peluang untuk meraih emas
Olimpiade jauh lebih penting.
Dengan begitu, atlet Indonesia yang hadir pada acara pembukaan di
Stadion Maracana, Rio Janeiro adalah Glenn Victor Sutanto serta
Yessy Venesia Yosaputra (renang) serta Sudirman Said dan Maria
Natalia Londa (atletik).
Maria Londa yang bakal turun nomor lompat jauh cabang atletik ini
mendapat kepercayaan sebagai pembawa bendera kontingen pada
defile. Dia sempat mengalami demam, namun saat ini kondisinya
mulai membaik.
Seperti dikemukakan pelatihnya, I Ketut Pageh, penyebab sakitnya
Maria Londa karena perbedaan waktu yang cukup jauh dengan
Indonesia serta cuaca yang tak menentu di Brazil sepekan terakhir.
I Ketut Pageh sebagai pelatih Maria Londa yakin dalam beberapa
hari ke depan asuhan dia dapat pulih dan siap untuk memberikan
prestasi terbaiknya. (art)






