JAKARTA– Status Persebaya 1927 yang tidak bisa mengikuti berbagai kegiatan persepakbolaan nasional beberapa tahun belakangan ini karena dicoret keanggotannya oleh pengurus PSSI segera diputihkan.
“Kami sudah bicarakan soal Persebaya di KLB di Mercure Ancol, diputuskan akan dibawa ke kongres 17 Oktober nanti dan akan diputihkan di sana,” kata anggota Komite Eksekutif PSSI Tony Apriliani di Stadion Tugu, Jakarta, Rabu (3/8).
Dikatakan, walau keputusan membawa permasalahan Persebaya dan tuntutan pendukung fanatik tim berjuluk Bajul Ijo itu disepakati Komite Eksekutif dan sebagian besar pemegang hak suara di KLB, yang menentukan nasib Persebaya adalah para pemegang suara itu sendiri.
“Kami para exco sudah sepakat meski tiga orang tidak hadir di KLB. Kita akan memasukkannya dalam agenda kongres. Namun, yang menentukan adalah pemegang hak suara,” ujar dia.
Dengan demikian, kata Tony, peluang Persebaya untuk meramaikan kompetisi sepak bola di tanah air sangat terbuka, apalagi juga didukung mayoritas pemegang hak suara dalam kongres selain Komite Eksekutif PSSI.
“Persebaya bisa berkiprah kembali dalam kancah sepakbola di tanah air. Ini benar, bukan memberikan harapan palsu dan akan kita perjuangkan berlaganya di divisi utama karena mereka mainnya di kasta tertinggi dan jika nanti kembali sah, Bhayangkara Surabaya United tetap menjadi klub yang sah.”
Selain membahas Persebaya, KLB juga mengagendakan penetapkan Plt. Ketua Plt PSSI, Hinca Pandjaitan menetapkan kongres 17 Oktober 2016, memilih perangkat kongres yaitu Komisi Pemilihan dengan ketua Agum Gumelar dan tujuh anggotanya serta Komisi Banding Pemilihan dengan ketua Erick Tohir dan lima anggotanya.
Masalah Persebaya akhirnya masuk kembali ke dalam agenda Kongres PSSI setelah disahkannya surat jaminan hasil pertemuan kelompok suporter Bonek yang tengah melakukan aksi “Geruduk Ibu Kota” dengan perwakilan PSSI Tony Apriliani di Stadion Tugu, Selasa (2/8).
Jaminan berisi, Persebaya dan tuntutan Bonek untuk pengesahan Persebaya akan diagendakan dalam kongres PSSI 17 Oktober 2016.
Aksi “Geruduk Ibu Kota” oleh Bonek diinisiasi Bonekmania untuk menyampaikan tuntutan mereka langsung pada pejabat PSSI.
Bonek mendesak PSSI memulihkan status keanggotaan Persebaya, mengikutsertakan Persebaya di kompetisi, membicarakan sengketa dan logo Persebaya yang melibatkan PT Persebaya Indonesia (PTPI) dengan PT Mitra Muda Inti Berlian (PT MMIB). (art)






