JAKARTA– Richard Hanna, anggota Kongres Amerika Serikat dari Partai Republik menarik dukungan terhadap calon presiden Donald Trump. Bahkan dia tidak bakal memilih calon presiden dari Partai Republik itu dan mengalihkan dukungan untuk calon presiden dari kubu lawan, Hillary Clinton (Partai Demokrat).
Anggota kongres dari negara bagian New York menarik dukungan terhadap Donald Trump karena mengkritik orangtua kandung tentara muslim AS yang tewas di Irak
Sejumlah anggota Kongres Republikan sudah menarik dukungan terhadap Trump. Namun, Hanna adalah tokoh pertama yang melangkah lebih jauh dengan secara terbuka mendukung kubu dari Partai Demokrat.
Hanna menyebut Trump sebagai tokoh yang ‘sangat tercela, tidak tahu malu dan hanya mau mendengar diri sendiri.’ “Bagi saya tidak cukup hanya dengan mengecam komentarnya terhadap orangtua tentara Muslim. Dia tidak layak memimpin negara ini,” tulis Hanna dalam surat yang dikirim untuk website surat kabar Post-Standard di New York.
Trump dianggap menghina Khizr dan Ghazala Khan–orang tua tentara Muslim yang terbunuh di Irak–saat kedua orang itu tampil dalam konvensi Partai Demokrat pekan lalu untuk mengkritik usulan Trump yang ingin melarang pemeluk Islam memasuki AS.
Banyak tokoh Partai Republik yang bersimpati pada keluarga Khan, beberapa di antaranya bahkan mengkritik Trump. Presiden Barack Obama mengaku heran kenapa banyak pemimpin Partai Republik mengkritik Trump tetapi tetap mendukungnya sebagai presiden.
“Harusnya ada satu titik di mana anda berkata cukup,” kata Obama yang berasal dari Partai Demokrat.
Hanna mengaku akan mundur dari Kongres dan tidak akan turut kembali dalam pemilihan anggota parlemen mendatang. “Meski saya tidak setuju dengan Clinton dalam banyak hal, saya akan memilih dia,” kata Hanna.
Senator Ben Sasse dari Nebraska, salah satu pengkritik Trump paling keras di kongres mengaku ,tidak akan mengikuti langkah Hanna. “Penganut nilai-nilai konservatif harus mereformasi partai yang sudah didirikan Abraham Lincoln ini, bukannya malah menyerah terhadap Clinton,” kata Sasse.
Trump adalah tokoh yang banyak menyusahkan elit-elit Partai Republik dengan usulan kebijakan yang kontroversial seperti larangan masuk bagi Muslim dan pembangunan tembok di perbatasan Meksiko.
Tokoh lain dari Partai Republik, Chalie Dent mengaku, tidak terkejut atas keputusan Hanna mendukung Clinton meski dirinya tidak akan mengikuti langkah itu. “Seperti saya, mungkin dia sangat prihatin terhadap komentar hasutan dan lemahnya kebijakan Trump.”
Menurut laporan Reuters, dalam jajak pendapat terbaru, Trump tertinggal jauh dari Hillary Clinton dalam perolehan suara. (art)






